Security Ngaku Beli Sabu Dari Oknum PNS Pemko

by -216 views
Oknum PNS Pemko, Suheriansyah saat didakwa di ruang sidang PN Tanjungpinang. ALPIAN TANJUNG
Oknum PNS Pemko, Suheriansyah saat didakwa di ruang sidang PN Tanjungpinang. ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Sidang perkara dugaan peredaran narkotika dengan terdakwa Suheriansyah yang merupakan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menghadirkan dua orang saksi untuk dimintai keterangannya oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (4/1).

Dua saksi yang dihadirkan itu yakni Yusrizal seorang security di salah satu perusahaan swasta dan satu saksi lagi merupakan penyidik Satnarkoba Polres Tanjungpinang, Marbun selaku saksi penangkap terdakwa Suheriansyah.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Eryusman SH, saksi Yusrizal yang juga terdakwa dalam kasus yang sama dengan terdakwa Suheriansyah ini mengaku membeli tiga paket kecil sabu dari terdakwa Suheriansyah pada Agustus 2015 lalu di kawasan Bintan Centre KM 9 Tanjungpinang.

Dia membeli tiga paket sabu itu dari Suheriansyah seharga Rp1 juta pada awal Agustus 2015 dan September 2015 ketangkap.

“Saya tahu Suheriansyah itu menjual sabu dari teman dan ketika saat ngopi di salah satu kedai kopi di Bintan Centre batu 9,” ucap Yusrizal dalam sidang.

Dia mengutarakan, sistem mereka bertransaksi itu merupakan sistem lempar.

“Sabu yang saya beli itu dimasukan dalam bungkus rokok. Begitu juga dengan uang pembayarannya. Saya bertemu terdakwa Suheriansyah baru sekali pak,” paparnya.

Yusrizal mengatakan, kotak rokok yang berisikan sabu itu diletakkan terdakwa di Terminal Sei Carang Bintan Centre.

“Setelah sabunya saya ambil, uang Rp1 juta saya masukan kedalam kotak rokok itu,” katanya.

Barang itu, kata Yusrizal, dibelinya bukan untuk dijual melainkan hanya untuk digunakan sendiri ketika jaga malam.

“Paket itu saya pecah lagi. Itu untuk menghemat saja pak. Barang itu tidak saya jual, memang untuk saya pakai sendiri,” ucapnya.

Sebelumnya, saksi dari penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, Marbun mengatakan, pihaknya menangkap terdakwa Suheriansyah pada 11 September 2015 di areal komplek Bintan Centre sekitar pukul 21.30 WIB.

“Terdakwa Suheriansyah kami tangkap atas pengembangan tersangka Yusrizal yang sebelumnya kami tangkap. Pengakuan tersangka Yusrizal, barang itu diperolehnya dari terdakwa,” ujar Marbun.

Saat ditangkap, kata Marbun, terdakwa Suheriansyah koperatif. Satu paket sabu itu disimpannya dalam box sepeda motor Vario putih.

“Setelah itu terdakwa juga mengaku masih ada lagi sabu di rumahnya. Maka kita panggil pak RT. Saat di rumahnya, terdakwa langsung menunjukkan posisi barang itu disimpan,” kata Marbun.

Marbun mengutarakan, pihaknya juga menemukan barang bukti berupa sabu, bong, gunting, dan timbangan di dapur rumah terdakwa.

“Setelah itu, terdakwa beserta barang bukti kami bawa ke kantor. Terdakwa juga mengaku barang itu dijualnya kepada Yusrizal dan juga untuk dipakainya sendiri,” ucapnya.

Dia mengatakan, dari pengakuan terdakwa Suheriansyah, barang itu diperolehnya dari Hendro.

“Hendro itu sudah tidak bisa kami hubungi lagi. Pengakuan terdakwa, dia tidak pernah ketemu dengan Hendro mereka hanya komunikasi melalui telepon seluler. Terdakwa juga mengaku sudah lama menggunakan sabu – sabu di rumahnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, dari hasil tes urine terdakwa positif.

Atas keterangan saksi – saksi tersebut, terdakwa Suheriansyah yang didampingi tiga penasehat hukumnya, membenarkan semua keterangan kedua saksi.

Usai mendengar keterangan saksi – saksi dan pengakuan terdakwa, majelis hakim menunda sidang dan akan kembali digelar pada Senin (11/1) pekan depan. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.