Sekda Natuna Buka FGD Kajian Pemilihan Lokasi dan Daya Dukung Perairan

by -47 views
Wan Siswandi saat membuka FGD Kajian Pemilihan Lokasi dan Daya Dukung Perairan untuk Budidaya Ikan Laut
Wan Siswandi saat membuka FGD Kajian Pemilihan Lokasi dan Daya Dukung Perairan untuk Budidaya Ikan Laut
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Sekda Natuna Wan Siswandi membuka Focus Group Discussion (FGD) Kajian Pemilihan Lokasi dan Daya Dukung Perairan untuk Budidaya Ikan Laut Natuna di ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Selasa 03 Desember 2019.

Hadir dalam kegiatan ini, Perwakilan Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna dan sejumlah awak media.

Perwakilan Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP
Perwakilan Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP

Wan Siswandi mengatakan, beberapa pokok persoalan yang sudah digaris bawahi oleh Pemerintah Pusat sebagai program nasional untuk Kabupaten Natuna, seperti pertahanan, perikanan, wisata, migas dan lingkungan hidup menjadi acuan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas dengan Bupati beberapa waktu lalu.

“Pertahanan dan migas bukan domain daerah, namun domain Pemerintah Pusat. Jadi yang bisa kita lakukan dan domain daerah adalah wisata dan perikanan untuk dikelola,” ucapnya.

Berbicara mengenai perikanan, Wan Sis menjelaskan ini merupakan sektor yang pas dengan Natuna, karena 99 persen laut dan potensi ikan sangat lumayan. Keramba ikan juga banyak, tinggal dikembangkan kedepan seperti apa budidaya ikan di Natuna. Begitu juga dengan ikan mati, Natuna sudah punya Perindo sebagai penampung hasil tangkap nelayan, jadi tidak perlu takut lagi soal pemasaran.

“Situasi ekonomi perikanan Natuna saat ini bukan kebetulan saja, namun berdasarkan konsep Presiden RI yang sering di gaungkan Bu Susi pada masa jabatannya sebagai Menteri, bahwa Natuna akan dijadikan tempat pelelangan ikan,” katanya.

Ia berharap, program pusat akan terus berlanjut di kepemimpinan Menteri saat ini dengan tujuan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah, sehingga kajian serta FGD ini dapat ditindaklanjuti untuk Natuna yang lebih baik lagi kedepan.

Suasana FGD
Suasana FGD

Sementara itu, Perwakilan Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Agus Setiawan mengatakan, tiga fokus Kementerian terhadap daerah yakni memperbaiki komunikasi, budidaya perikanan, dan optimalisasi aset-aset perikanan.

“Natuna memiliki potensi perikanan yang sangat luar biasa, namun prospek budidaya perikanan belum optimal. Untuk itu, kami berupaya mengembangkan bibit perikanan yang berkualitas,” katanya.

Menurut Agus, bahwa kegiatan budidaya perikanan laut saat ini sedang dioptimalisasi dengan dicanangkannya kampung inovasi. Agus berharap, pemerintah daerah dapat mendukung dan memperbaiki komunikasi yang baik dengan Kementerian.

Focus Group Discussion (FGD) dilanjutkan Kajian Pemilihan Lokasi dan Daya Dukung Perairan untuk Budidaya Ikan Laut oleh Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.