Siap Untuk Belajar Tatap Muka

by -21 views
MUHAMMAD AKMAL, Mahasiswa Progam Studi Ilmu Administrasi Publik Stisipol Raja Haji
MUHAMMAD AKMAL, Mahasiswa Progam Studi Ilmu Administrasi Publik Stisipol Raja Haji
Iklan Banner

Oleh: MUHAMMAD AKMAL

Mahasiswa Progam Studi Ilmu Administrasi Publik Stisipol Raja Haji

Opini, (MetroKepri) – Sudah memasuki tahun 2021 yang mana pada awal tahun ini diharapkan pembelajaran melalui tatap muka akan dilakukan. Desakan untuk membuka kembali sekolah dan pembelajaran tetap muka pada 2021 terus mengemuka.

Hal itu didasari banyaknya permintaan para orang tua yang menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem dalam jaringan (daring) kurang efektif serta sejumlah persoalan yang dihadapi para peserta didik dalam mengikuti PJJ.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akan mengizinkan sekolah tatap muka dilaksanakan mulai Januari 2021. Penentuan izin sekolah tatap muka nantinya tak lagi berdasarkan zona risiko Covid-19, tetapi kewenangan dari pemerintah daerah, Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kementerian Agama.

Nadiem mengatakan terdapat dua prinsip kebijakan pendidikan pada masa pandemi COVID-19, yakni kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat yang merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran dan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi COVID-19.

Pengambilan kebijakan pada sektor pendidikan di daerah juga harus melalui pertimbangan yang holistik dan selaras dengan pengambilan kebijakan pada sektor lain di daerah.

Keputusan itu diambil karena semakin lama pembelajaran tatap muka tidak terjadi, maka semakin besar dampak negatif yang terjadi pada anak, mulai dari ancaman putus sekolah karena anak harus bekerja dan persepsi orang tua yang tidak melihat peranan sekolah dalam proses belajar-mengajar.

Berdasarkan panduan tersebut, pembelajaran tatap muka diperbolehkan, tetapi tidak diwajibkan. Selain itu, peta zonasi risiko dari Satgas Covid-19 tidak lagi menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka. Faktor-faktor yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam pemberian izin pembelajaran tatap muka antara lain yakni tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya, kesiapan pelayanan fasilitas kesehatan.

Kemudian, kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan daftar periksa, akses terhadap sumber belajar/kemudahan belajar dari rumah, serta kondisi psikososial peserta didik.

Faktor lainnya yang juga harus menjadi pertimbangan yaitu kebutuhan layanan pendidikan bagi anak yang orang tua/walinya bekerja di luar rumah, ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan, tempat tinggal, mobilitas warga antar kabupaten-kota, kecamatan dan keluaran/desa, serta kondisi geografis daerah.

Di sisi lain, pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan di satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa. Daftar periksa itu mencakup ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan.

Pada awal tahun 2021 tepatnya bulan Januari rencana pembelajaran tatap muka akan mulai dilaksanakan di Kota Tanjungpinang pada tanggal 18 Januari 2021. Namun tidak semua sekolah akan melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Hanya 15 sekolah tingkat SD dan SMP yang berada di zona hijau dan kuning yang akan direncanakan melakukan pembelajaran tatap muka. Rencana pembelajaran tatap muka itu sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Tanjungpinang Nomor : 422.1/1830 /5.3.01/2020 tentang Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Satuan Pendidikan pada Masa Kebiasaan Baru.

Edaran itu diterbitkan Wali Kota Tanjungpinang Rahma, Rabu 30 Desember 2020. Salinan surat edaran yang diterima di Tanjungpinang, Jumat, 1 Januari 2021, Rahma menyampaikan berdasarkan SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, disebutkan bahwa pemerintah daerah merupakan pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan dan kapasitas daerahnya.

Kemudian, pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan akan dibuka secara bertahap di kelurahan yang sudah berada pada zona kuning atau hijau mulai 18 Januari 2021. Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan akan diawasi dan dievaluasi setiap saat dan jika ada warga sekolah terindikasi covid-19 akan dilaksanakan penutupan PTM dan kembali pembelajaran dilakukan secara daring.

Adapun 15 sekolah SD dan SMP yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka, yaitu SD Negeri 004 Tanjungpinang Kota, SD Negeri 005 Tanjungpinang Kota, SD Negeri 006 Tanjungpinang Kota, SD Negeri 007 Tanjungpinang Kota.

Kemudian SD Negeri 008 Tanjungpinang Kota, SD Negeri 009 Tanjungpinang Kota, SD Negeri 010 Tanjungpinang Kota, SD Negeri 012 Tanjungpinang Kota, SD Negeri 008 Bukit Bestari, SD Negeri 010 Bukit Bestari, SD Negeri 013 Bukit Bestari. Selanjutnya, SMP Negeri 9, SMP Negeri 11, SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 14.

Sementara, untuk total kasus positif covid-19 per 3 Januari 2021 Kota Tanjungpinang sebanyak 1.123 orang, pasien yang sudah sembuh sebanyak 1.043 orang, pasien yang meninggal dunia sebanyak 22 orang, untuk penambahan kasus hanya 2 orang.

Dengan data tersebut, diharapkan pembelajaran dengan metode tatap muka dapat dilakukan.

Dengan adanya edaran ini sedikit mebuat para siswa senang karena rata-rata siswa menginginkan pembelajaran tatap muka di lakukan. Kita sudah mengetahui bahwa dari bulan Maret 2020 para pelajar dari SD hingga perguruan tinggi melakukan pembelajaran dengan metode dalam jaringan (Daring) yang mana metode pembelajaran seperti ini kurang efektif.

Adanya terkendala oleh jaringan yang mana daerah terpencil tidak dapat mengakses internet secara cepat dan lancar. Serta tidak semua orang tua siswa ataupun siswa yang memiliki telepon genggam pintar atau smartphone untuk dapat melakukan pembelajaran metode daring.

Sangat jelas faktor tersebut yang menjadi penghambat pembelajaran. Namun karena faktor penularan covid-19 yang makin hari makin bertambah kasus positif tinggi mau tak mau pembelajaran melalui metode daring harus tetap dilaksanakan.

Dikutip dari laman Kompas.com. Belajar tatap muka di sekolah sudah diperbolehkan, hanya saja harus memenuhi beberapa persyaratan. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakan sabun dengan air yang mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan.

Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Kesiapan menerapkan wajib masker. Memiliki thermogun. Memiliki pemetaan siswa sekolah yang memiliki komorbid tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, dan memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19, dan belum menyelesaikan isolasi mandiri. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/atau perwakilan dari orangtua.

Dengan pengambilan keputusan yang sudah difikirkan secara matang dan benar mengenai pembelajaran secara tatap muka, diharapkan perhatian penuh dari pemerintah untuk dapat memastikan dengan kebijakan melakukan pembelajaran secara tatap muka tidak akan menjadi kluster baru penambahan kasus positif covid-19.

Sekolah juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan benar dan ketat. Dengan dilakukan kembali pembelajaran tatap muka diharapkan pendidikan siswa dapat meningkat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.