Telur Ikan Terbang Komoditas Baru di Indonesia

by -80 views
Iklan Banner
Anasha Nugrahaini Virizki
Anasha Nugrahaini Virizki

Oleh: Anasha Nugrahaini Virizki

Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Opini, (MetroKepri) – Apa yang terlintas dibenak kita jika mendengar kata “telur ikan”. Kebanyakan pasti berpikir telur ikan adalah telur yang keluar dari perut ikan.

Pernyataan tersebut benar adanya, lebih tepatnya telur ikan merupakan kumpulan telur yang telah sepenuhnya matang dan dikeluarkan dari ovarium ikan.

Hal seperti ini dapat ditemukan pada hewan air seperti ikan salmon, kerang, udang, dan bulu babi. Telur ikan dapat dikonsumsi dengan dimasak dahulu seperti telur ikan goreng atau pepes telur ikan dan dapat langsung dimakan dalam kondisi mentah seperti menjadi topping untuk sushi.

Dalam hal ini, telur ikan yang akan dibahas berasal dari ikan terbang. Jenis ikan yang satu ini terdengar cukup asing ditelinga masyarakat, namun ikan ini mempunyai potensi yang besar apabila dapat dikembangkan dengan benar. Salah satu potensi tersebut berasal dari telur ikan terbang ini.

Beruntungnya Indonesia mempunyai kekayaan alam baik daratan maupun laut yang cocok-cocok saja untuk dihuni oleh beragam makhluk hidup, salah satunya ikan terbang ini. Ikan terbang ini berhabibat di perairan Hindia dan Pasifik dan di Indonesia banyak dijumpai di laut Natuna dan bagian timur Indonesia.

Ikan terbang dalam sekali pemijahan dapat menghasilkan 4000 hingga 9000 butir telur. Telur yang dihasilkan apabila diperjualbelikan, akan dihargai dengan harga yang cukup fantastis, sekitar 380 ribu hingga 400 ribu rupiah/ kg.

Dengan harga jual yang cukup fantastis tersebut, dapat dibentuk sebuah komoditas telur ikan terbang. Dimana kelak hasilnya tidak hanya diperdagangkan secara lokal namun dapat diekspor ke luar negeri seperti Amerika, Jepang, Korea Selatan, China dan beberapa negara lainnya. Hal ini juga dapat menjadi ladang ekonomi bagi kesejahteraan nelayan pesisir Indonesia.

Selain itu, dengan pengalaman yang dimiliki oleh para nelayan, komoditas ini dapat dijalankan dengan baik. Namun diperlukan juga seorang ahli dan paham mengenai pengelolaan komoditas yang dapat memberikan keuntungan dan menambah nilai ekonomis terhadap komoditas telur ikan terbang ini.

Dari beberapa artikel yang saya baca, telur ikan terbang paling banyak dihasilkan di Galesong, Sulawesi Selatan. Meskipun di beberapa daerah lain juga menghasilkan telur ikan terbang, namun pengolahannya tetap diekspor ke Galesong atau Makassar.

Kemudian setelah selesai pengolahan di Makassar, telur ikan yang sudah berbentuk seperti bola kristal kecil berwarna orange transparan akan diekpor ke luar negeri seperti Korea Selatan, Amerika, China, dan Jepang.

Meskipun komoditas telur ikan terbang sangat melimpah, para nelayan dan masyarakat sekitar harus bisa mengendalikan diri untuk tidak berlebihan dalam mengekspor hasil laut mereka.

Seperti kata pepatah “segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik”. Kita memang ingin hidup sejahtera dengan memanfaatkan potensi alam yang ada namun memanfaatkan secukupnya, sebab apabila potensi tersebut habis, kemudian kita beralih ke potensi lainnya dan potensi ini habis lagi dan begitu seterusnya. Di masa depan potensi kekayaan alam mana yang akan kita pamerkan ke anak cucu dan dunia?. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.