Terungkap, Pembunuh Janda Anak Empat di Tanjungpinang Seorang Residivis Curanmor

by -110 views
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt Saat Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pembunuhan Korban Reni
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt Saat Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pembunuhan Korban Reni

Batam, (MetroKepri) – Tim Gabungan Polda Kepri yang terdiri dari Dit Reskrimum Polda Kepri, Polresta Barelang dan Polres Tanjungpinang berhasil mengamankan HSL alias H seorang pelaku yang diduga membunuh janda anak empat, Reni (30) disebuah rumah bertingkat nomor 01, RT 1/ RW 1 Jalan WR Supratman Kelurahan Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang, pada Selasa (12/01/2021) kemarin.

Selain itu, tersangka HSL juga diketahui seorang residivis kasus pencurian kendaraan sepeda motor (Curanmor) yang bebas pada tahun 2015 lalu.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers yang digelar Polda Kepri di Mapolda Kepri, Jumat (15/1/2021).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.,S.IK.,M.Si didampingi oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto S.Sos,S.Ik menyampaikan tindak pidana pembunuhan tersebut terjadi pada 12 Januari 2021 sekira pukul 02.30 WIB dini hari di Jalan WR. Supratman KM. 8, Kota Tanjungpinang dengan korban seorang perempuan berinisial RM berusia 30 tahun.

“Tersangka HSL juga merupakan seorang residivis kasus pencurian kendaraan sepeda motor yang bebas pada tahun 2015 lalu,” papar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Kabid Humas Polda Kepri mengungkapkan, kasus ini berawal pada tanggal 11 Januari 2021 sekira jam 15.00 WIB. Saat itu, HSL melakukan pengamatan terhadap rumah kos korban yang berjarak kurang lebih 20 meter dari bengkel tempat kerjanya.

“Setelah melakukan pengamatan kemudian pada tanggal 12 Januari 2021 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tersangka HSL dari tempat tinggalnya menuju ke kosan korban dan masuk dengan cara mencongkel jendela dilantai dasar dengan obeng kemudian naik kelantai dua menuju kamar kos korban yang pada saat itu pintu kamar korban tidak terkunci, kemudian tersangka mengambil barang-barang milik korban,” ujar Kombes Pol Harry.

Kemudian, setelah mengambil barang milik korban tersangka HSL membuka selimut korban yang sedang tidur dan korban terbangun, setelah melihat hal tersebut pelaku langsung mencekik leher korban, namun korban melakukan upaya perlawanan dengan mengambil sebuah pisau yang ada disamping tempat tidurnya.

“Kemudian terjadi perebutan Sajam jenis pisau dan pelaku dapat merampas dan melemparkan pisau tersebut, selanjutnya terus melakukan pencekikan dan membekap mulut korban hingga mengeluarkan darah dimulutnya dan tidak sadarkan diri,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Sesaat kemudian, pelaku HSL mencoba memeriksa denyut nadi korban dan menyakini bahwa korban sudah tidak bernyawa. Setelah menjalankan aksinya, HSL alias H meninggalkan kos korban dan menghubungi temannya untuk membantu melarikan diri melalui pelabuhan Tanjungpinang.

“Kemudian pada tanggal 14 Januari 2021, pelaku HSL mencoba menjual barang-barang milik korban di Pasar Jodoh, Kota Batam. HSL mendatangi saksi dalam hal ini pedagang barang bekas di Pasar Jodoh, saksi membeli 1 buah Handphone dari tersangka yang merupakan milik korban inisial RM,” ucap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry.

Selanjutnya, tim gabungan mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka dan melakukan pengejaran serta pencarian yang akhirnya pada 14 Januari 2021 jam 21.00 WIB, tim berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka HSL di Pasar Induk/ Pasar Pagi, Lubuk Baja, Kota Batam.

“Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 unit handphone merk Oppo, 1 helai seprai warna hitam motif garis warna warni, 1 helai selimut warna pink, 1 bra warna cream, 1 helai celana dalam warna merah. 1 helai jaket Hotdie warna pink dan 1 bilah pisau dapur dengan gagang warna hitam les putih. Adapun pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 340 dan atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal hukuman mati atau selama-lamanya 15 tahun penjara,” tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry. (Red/ Rilis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.