Tim WFQR IV Tangkap DPO Curas Kapal Joaqium

by -286 views
Tim WFQR usai menangkap buronan
Tim WFQR usai menangkap buronan

Tanjungpinang, (MK) – Jajaran Western Fleet Quick Response (WFQR) IV, Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menangkap Awl alias Syl 37 tahun ditempat persembunyiannya di kos – kosan di Sei Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir Riau, Sabtu (5/3) sekitar pukul 19.20 WIB.

Awl ini juga merupakan termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus dugaan pencurian dan kekerasan (Curas) kapal tanker berbendara Singapura, yakni MT Joaqium.

Danlantamal IV Kolonel Laut (P) S. Irawan mengatakan, perburuan terhadap DPO Awl alias Syl tersebut merupakan hasil pengembangan dari rekan pelaku yang sudah terlebih dahulu ditangkap oleh tim WFQR IV.

“Awl ini diduga terlibat dalam insiden pencurian dengan kekerasan (Curas) tanker berbendera Singapura, MT Joaquim di wilayah Selat Malaka, pada Sabtu 8 Agustus 2015 lalu,” ujar Irawan melalui press realese Dispenal Lantamal IV Tanjungpinang, Minggu (6/3).

Awl ini juga, kata Danlantamal IV, merupakan buronan DPO yang terkenal licin dan brutal serta sering berpindah – pindah tempat persembunyiannya.

“Namun setelah diintai sekian lama oleh tim WFQR, tadi malam Awl tidak berkutik dan tanpa perlawanan saat ditangkap,” ucapnya.

Dia mengutarakan, usai ditangkap DPO ini langsung digelandang ke Posmattu Guntung dan direncanakan akan dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun pada hari ini (Minggu) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Selain itu, tim WFQR IV dalam sebelas bulan terakhir ini telah berhasil menangkap 71 orang pelaku – pelaku tindak kejahatan di laut yang terdiri dari pembajakan kapal, pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap kapal – kapal, atau kegiatan warga asing yang sengaja membuat film dokumenter pembajakan di Selat Malaka tanpa ijin, kegiatan illegal oil dan kejahatan asuransi yang dilakukan beberapa sindikat,” papar Danlantamal IV ini.

Akan hal itu, kata Irawan, Selat Malaka aman dan tidak ada lagi laporan dari kapal – kapal pengguna jalur Selat Malaka sebagai urat nadi perekonomian dunia.

“Kita juga tidak mau mentolerir dan memberikan ruang gerak terhadap oknum pelaku – pelaku kejahatan di laut khususnya Selat Malaka. Hal ini kita buktikan kepada dunia internasional bahwa kita mampu mengamankan Selat Malaka,” ujarnya.

Menurut dia, sebagai negara maritim wajah negara Indonesia di pertaruhkan di dunia internasional dan Selat Malaka aman dari segala bentuk tindak kejahatan dan itu sudah dibuktikan.

“Tim WFQR telah menjadi percontohan dari beberapa negara pantai dan mendapat pengakuan dunia internasional karena sepak terjangnya berhasil mengamankan Selat Malaka dan menumpas serta mengungkap kasus besar seperti kejahatan (Mafia) asuransi kapal dan kejahatan laut lainnya yang mempunyai keterkaitan dengan warga asing,” katanya.

Dia mengatakan, tim WFQR IV ini merupakan unit kecil yang tersebar disemua pangkalan jajaran Lantamal IV, namun mempunyai mobilitas tinggi yang disiapkan untuk menghadapi segala bentuk tindak kejahatan di laut khususnya di Selat Malaka dan sekitarnya serta didukung sarana laut combat boat dan sarana udara seperti helikopter angkut dan helikopter serbu yang dipersenjatai dan selalu stand by.

“Saya menghimbau kepada oknum – oknum atau kelompok – kelompok agar tidak lagi melakukan aktivitas illegalnya. Sabab sampai dimanapun akan kita kejar dan ini kita sudah buktikan, bahkan yang melarikan diri sampai ke Pulau Jawa kita buru dan kita tangkap serta ada yang kita tembak,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.