Tim WFQR IV Tangkap Kapal Muatan Barang Ilegal

by -248 views
Kapal bermuatan beras ilegal ditangkap
Kapal bermuatan beras ilegal ditangkap

Tanjungpinang, (MK) – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Kolonel (P) S. Irawan mengatakan, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun, berhasil menangkap kapal bermuatan barang – barang illegal, pada Minggu (7/2).

“Penangkapan itu bermula dari informasi tentang adanya kapal yang membawa barang – barang ilegal, pada Sabtu (6/2),” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel (P) S. Irawan, Minggu (8/2).

Sebelumnya, kata Danlantamal IV ini, Tim WFQR IV dan Intelijen Lanal Tanjung Balai Karimun mengendus adanya kegiatan ilegal masuknya barang – barang bernilai ekonomis tinggi di wilayah Kepri. Hal itu segera ditindaklanjuti.

“Pada pukul 20.00 WIB, tim pemeriksa segera meluncur ke perairan Buru, Kepulauan Riau dengan menggunakan speedboat untuk melakukan pengendapan dan pengintaian di sekitar Pulau Pandan,” katanya.

Irawan menyebutkan, dengan pergerakan senyap dan hati – hati, lebih kurang pukul 21.50 WIB terlihat pergerakan kapal yang menjadi target operasi dan tanpa lampu penerang.

“Tim pemeriksa segera melakukan pengejaran. Tanpa mengalami kesulitan berarti, akhirnya kapal tersebut berhasil ditangkap,” paparnya.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV, Mayor Laut (KH) Drs. Josdy Damopolii, setelah dilakukan pemeriksaan diperoleh informasi bahwa kapal tersebut adalah KM Sejahtera III dengan pemilik adalah berinisial HM.

“Kapal berbendera Indonesia dengan berat 6 GT ini dinakhodai Ismail (34). Kapal yang tidak dilengkapi dokumen resmi membawa muatan sekitar 25 ton beras, dan 12,5 ton gula,” ucapnya.

Sampai saat ini, kata dia, guna pemeriksaan lebih lanjut, kapal beserta 3 orang ABK diamankan di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun. Dari hasil penyelidikan sementara kapal tersebut berangkat dari Singapura. Hal itu dikarenakan adanya kecurigaan bahwa kapal besarnya yang dari Singapura atau Malaysia tidak berani lagi masuk ke wilayah tujuan disebabkan ketatnya patroli aparat.

“Kini mereka mengubah modus operandinya dengan menggunakan sarana kapal – kapal kecil berukuran 6 GT agar tidak terdeteksi oleh aparat,” katanya.

Disamping itu, para penyeludup memanfaatkan situasi laut yang kurang bersahabat untuk melakukan kegiatan illegal dengan harapan luput dari pemantauan aparat. Namun dengan pola seperti itu pihaknya dalam hal ini WFQR IV telah membaca modus seperti ini(Red/ Dispen Lantamal IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.