TNI AL Tenggelamkan 10 Kapal Ikan Asing di Batam

by -242 views
Kapal Ikan Asing saat ditenggalam TNI AL di Batam. Foto Dispenal Lantamal IV
Kapal Ikan Asing saat ditenggalam TNI AL di Batam. Foto Dispenal Lantamal IV

Tanjungpinang, (MK) – Sebanyak 10 kapal ikan asing (KIA) ditenggelamkan oleh TNI Angkatan Laut di perairan Batam, Senin (22/2) sekitar pukul 11.25 WIB.

Dari 10 kapal itu, tujuh kapal berbendera Malasyia dan tiga berbendera Vietnam, yaitu KM Selasih, KM BV 92443 TS, KM BV 92442 TS, KM PKFB 376, KM PPF 164, KM PPF 593, KM PSF 2461, KM KHF 451, KM SLFA 2915 dan KM PKFA 8482.

Proses eksekusi kapal itu juga dilaksanakan oleh Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar. Sedangkan untuk proses pengawasan dan pengamanan jalannya eksekusi penenggelaman KIA tersebut TNI Angkatan Laut menerjunkan KRI Parang – 647, KAL Nipa dan 1 Sea Rider dari Lanal Batam. Sementara, dari pihak DKP menerjunkan KP 3212 untuk unsur VIP.

Penenggelaman kapal itu juga, turut disaksikan oleh Danguskamlabar Laksma TNI M. Ali, Danlantamal IV Kolonel Laut (P) S. Irawan, S.E., Danlanal Batam, Asops Danguskamlabar, Asops Danlantamal IV, Dansatkopaska Armabar dan Danyonif – 10 Marinir.

Sedangkan dari unsur pemerintah tampak hadir Direktur Pengawasan Kapal DKP, Kajari Batam, Kadin PSDKP Batam dan para pejabat Muspida Kepri.

Pada kesempatan itu, Danlantamal IV Kolonel Laut (P) S. Irawan S.E mengatakan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan semua stake holder untuk mengamankan dan menjaga sumber daya kelautan di wilayah perairan Kepulauan Riau.

“Penenggelaman kesepuluh kapal itu juga menggunakan bahan peledak low explosive dengan beberapa alasan antara lain agar tidak merusak ekosistem dan terumbu karang,” ucap Irawan.

Disamping itu, kata Danlantamal IV, badan kapal yang tenggelam akan menjadi tempat ikan bersarang dan berkembang biak.

Selain di Batam, proses penenggelaman kapal ikan asing juga dilaksanakan serentak di berbagai tempat yakni di Pontianak sebanyak delapan kapal, Bitung sebanyak 12 kapal dan Tahuna satu kapal.

Sebelumnya, kapal – kapal ikan asing itu telah melalui proses penyidikan. Kapal – kapal tersebut melakukan tindak pidana kelautan dan perikanan serta melakukan sejumlah pelanggaran.

Diantaranya melakukan penangkapan ikan di wilayah Perairan Republik Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah seperti Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Ijin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI), Surat Layak Operasi (SLO) dan Surat Perintah Berlayar (SPB) serta menggunakan alat tangkap terlarang dan anak buah kapal (ABK) asing.

Proses hukum kapal – kapal tindak pidana kelautan dan perikanan tersebut sudah berstatus inkracht yaitu keputusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap/ final, sehingga pelaksanaan eksekusi telah memiliki dasar hukum. (Red/ Dispen Lantamal IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.