Tujuh Tahun Buron, Terpidana Korupsi Kredit Bank BPD Riau Cabang Batam Ditangkap

by -547 views
Terpidana Faly Kartini Saat Diperiksa Kesehatannya. Foto Penkum Kejati Kepri
Terpidana Faly Kartini Saat Diperiksa Kesehatannya. Foto Penkum Kejati Kepri

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau berhasil menangkap dan mengamankan buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama tujuh tahun yakni Faly Kartini Simanjuntak, pada Kamis 25 Mei 2023.

Penangkapan terpidana Faly Kartini tersebut dipimpin oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Dr. Lambok M.J Sidabutar SH,MH, Kepala Seksi Teknologi dan Produksi Intelijen Muhammad Chadafi Nasution SH,MH, Kepala Seksi Pengawalan Pembangunan Strategis, Nico Fernando SH,MH, serta staff Intelijen Latando dan Ryan Hidayat dan didampingi Tim Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Melalui siaran pers yang diterima media ini, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Denny Anteng Prakoso SH, MH menyampoaikjan keberadaan terpidana Faly Kartini di Pekanbaru terendus dari informasi Adhyaksa Monitoring Center (AMC). Atas informasi tersebut Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau berangkat ke Pekanbaru pada Rabu 24 Mei 2023 menuju lokasi yang menjadi tempat persembunyian terpidana.

“Kepastian keberadaan terpidana diketahui pada Kamis 25 Mei 2023 pukul 16.00 WIB. Setelah memastikan kebenaran keberadaan terpidana, Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Pekanbaru dan aparat Kepolisian Pekanbaru untuk mem-backup penjemputan terpidana,” papar Denny Anteng, Jumat (26/5/2023).

Masih kata Kasipenkum, pada Kamis 25 Mei 2023 pukul 18.30 WIB, Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Pekanbaru dan Aparat Kepolisian tiba di Jalan Pandan Wangi RT 02 RW 10 No 06 Tangkerang Utara Pekanbaru Provinsi Riau tempat dimana lokasi terpidana bersembunyi.

“Pada awalnya, pihak keluarga bersikeras tidak bersedia menyerahkan terpidana dan terjadi debat pendapat antara pihak keluarga dengan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau. Namun, Secara persuasive diberikan alasan alasan keharusan terpidana menjalankan putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap (in kracht) sehingga suka atau tidak suka, terpidana wajib dibawa oleh tim untuk dieksekusi guna menjalankan hukuman pidana penjara badan,” ujar Denny.

Akhirnya, kata Denny pada pukul 23.00 WIB terpidana dibawa menuju kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru dan diamankan di ruangan khusus dan pada pagi harinya pukul 10.00 WIB terpidana diserahkan kepada Jaksa Eksekutor (Jaksa P-48) dari Kejaksaan Negeri Batam untuk dimasukkan ke penjara di Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru.

“Kasus perkara terpidana yaitu dalam pengajuan permohonan pinjaman KPR untuk keperluan renovasi rumah dengan alamat Jalan Bunga Raya No 5 D Baloi Batam ke Bank BPD Riau Cabang Batam sebesar Rp1.200.000.000,” ucap Denny.

Kemudian melampirkan surat keterangan kerja dari PT Golden Mutiara Line, slip gaji dan surat pernyataan PT. Golden Mutiara Line No 003/Dir/GML/2007 pada tanggal 5 Desember 2007 dengan jaminan tanah beserta bangunannya seluas 404 M2, dengan agunan tambahan penghasilan/ gaji sebesar Rp31.500.000/ bulan berdasarkan surat keterangan penghasilan/ gaji yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Adi Subarkah selaku Manager HRD PT Golden Mutiara Line tanpa disertai dengan PPH Pasal 21 dimana surat keterangan tersebut diserahkan oleh terdakwa kepada Bank BPD Riau Cabang Batam dan dilampirkan sebagai persayaratan untuk pengajuan kredit pinjaman KPR, sehingga berdasarkan surat keterangan penghasilan/ gaji tersebut seolah-olah benar ada kesanggupan dari Terdakwa Faly Kartini Simanjuntak untuk membayar angsuran kredit setiap bulannya dengan maksud supaya pemberian kredit yang dimohonkan oleh terdakwa dapat dikabulkan, meskipun pada kenyataannya gaji terdakwa sebenarnya jauh dibawah jumlah tersebut.

“Selain itu terdakwa juga tidak melampirkan rencana anggaran biaya (RAB) renovasi rumahnya. Uang hasil kredit tersebut penggunaan dananya untuk keperluan renovasi rumah yang beralamat Jalan Bunga Raya No 5 D Baloi Batam tapi oleh terdakwa digunakan tidak sesuai dengan peruntukkannya, melainkan disetorkan terpidana ke beberapa rekening atas nama orang lain,” katanya.

Sesuai akta kredit terpidana, seharusnya mempunyai kewajiban perbulannya mengangsur utang ke Bank Riau Kepri Cabang Batam sebesar Rp12.000.000. Akan tetapi terdakwa hanya mengangsur utangnya sebanyak 10 kali terhitung dari April 2009 s/d Januari 2010 dan sampai saat ini terdakwa tidak membayar angsurannya ke Bank Riau Kepri Cabang Batam.

”Berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 15/PID.SUD-TPK/2015/PT.PBR Tanggal 07 September 2015, terpidana Faly Kartini Simanjuntak dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi kredit pinjaman pada Bank BPD Riau Cabang Batam dan dijatuhi pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sebesar Rp200.000.000 dengan ketentuan apabila pidana tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp487.334.074 subsidair satu bulan kurungan,” tutup Kasipenkum. (*)

Editor: ALPIAN TANJUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.