Wagub: Pelaku UKM Kepri Miliki Produk Unggul

by -297 views
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun
Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

Batam, (MK) – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun menyebutkan, pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kepri memiliki produk unggul yang bisa bersaing pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Begitu pula dengan pekerjanya, sehingga tidak perlu ragu apalagi khawatir menghadapi MEA nanti,” ujar Nurdin saat rapat bersama Badan Kerjasama Antar Parlemen FPR RI di Batam, Rabu (25/2).

Dia juga mengutarakan, penerapan MEA bukan ancaman, melainkan peluang bagi UKM dan pekerja di Kepri yang berbatasan dengan empat negara tetangga.

“MEA bukan ancaman, melainkan peluang. Ibarat permainan sepak bola, main di kandang sendiri, wasit dari dalam negeri sendiri, sehingga seharusnya peluang menang lebih besar,” ucapnya.

Kalau kalah, kata dia, berarti tidak mempersiapkan diri sendiri.

Sementara, Wakil Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, Jon Arizal mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi MEA dan strategi sesuai Tupoksi.

“Strategi pertama, dari segi infrastruktur. BP Kawasan Batam akan akan membangun infrastruktur jalan tol untuk memfasilitasi lalu lintas kendaraan kontainer agar tidak mengganggu kendaraan umum lain,” ucapnya.

Selain itu, BP Kawasan Batam juga mempersiapkan infrastruktur air dengan membuka waduk baru dan infrastruktur listrik melalui PT Pelayanan Listrik Nasional Bright Batam.

“BP juga sudah siap dengan IT Center yang mampu menyimpan data dan Maintenance Repair and Operation untuk pesawat,” katanya.

Sedangkan, kata Jon, untuk tenaga kerja, masih ada unjuk rasa, tapi tahun ke depan akan berkurang.

Hal senada juga dikatakan Deputi BP Kawasan Batam, Nur Syafriadi. Dia menyampaikan tidak perlu khawatir dengan penerapan MEA.

“Masyarakat perbatasan seperti di Kepri sudah terbiasa dengan praktek itu. Kepri tidak takut dengan MEA,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua rombongan tim BKSAP DPR RI, Yoseph Umar Hadi mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas dengan penerapan MEA, karena Indonesia memiliki daya saing besar.

“Indonesia memang tidak ingin memenangkan persaingan di semua bidang, karena tujuan MEA adalah saling menguntungkan. Setidaknya, kita memiliki keunggulan,” katanya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.