Wakil Bupati Natuna Studi Banding ke Kabupaten Siak

by -18 views
Ngesti Yuni Suprapti Saat Menerima Cinderamata Dari Pemerintah Kabupaten Siak
Ngesti Yuni Suprapti Saat Menerima Cinderamata Dari Pemerintah Kabupaten Siak
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Kamis 05 September 2019.

Dalam kunkernya, Ngesti sapaan akrab Wabup Natuna ini didampingi oleh Asisten II Tasrif Amran, Kabag Migas Faisal Firman dan UPT Pertanian di Kecamatan Bunguran Batubi.

Kunker tersebut dilakukan Ngesti, untuk melaksanakan studi banding peternakan sapi terintegrasi, bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Siak.

Ngesti Saat Meninjau Pupuk Organik Hasil dari Pengolahan Kotoran Sapi
Ngesti Saat Meninjau Pupuk Organik Hasil dari Pengolahan Kotoran Sapi

Ngesti mengatakan, Kabupaten Siak merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang berhasil meningkatkan populasi sapi dengan cepat. Selain itu, Kabupaten Siak juga telah berhasil meningkatkan produksi kelapa sawit.

“Sapi yang diternak bukan hanya sapi Bali, tapi juga sapi brahma cross yang berasal dari Australia. Itu sebabnya kami melakukan studi banding ke Siak,” katanya.

Ia menjelaskan, ada beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak, yang perlu dicontoh dan diterapkan bagi Kabupaten Natuna. Diantaranya memanfaatkan limbah kelapa sawit menjadi bahan baku tambahan pakan sapi, serta mengolah kotoran dan air seni sapi menjaga organik.

“Sebenarnya cara ini sudah dilakukan oleh Kabupaten Natuna, karena gurunya sama yaitu pembinaan dari BI,” sebut Ngesti.

Ngesti Saat Melihat Pengolahan Limbah Kelapa Sawit
Ngesti Saat Melihat Pengolahan Limbah Kelapa Sawit

Namun sambung dia, pakan dan pupuk organik belum bisa diproduksi secara maksimal, untuk memenuhi kebutuhan para petani dan peternak, dengan biaya produksi yang masih relatif rendah.

“Makanya perlu ada kerjasama dengan beberapa lembaga. Contoh di Kabupaten Siak ini, Pemkab melalui Dinas Perikanan dan Peternakannya mendapat bantuan sapi, baik sapi Bali maupun sapi Brahma Cross yang bersumber dari APBN yang disalurkan melalui kelompok. Nantinya kelompok tersebut mendapat pembinaan dari BI, untuk mengelola limbah menjadi pakan sapi dan menjadikan kotoran sapi sebagai pupuk organik,” terang Ngesti.

Selain itu, juga ada peran dari pihak PT. Pertamina, Tbk yang membantu dalam stimulan permodalan, dengan sistem peminjaman dana, dengan jasa 3 persen selama 3 tahun dengan angsuran per 6 bulan khusus bagi peternak sapi.

Dalam kesempatan tersebut, Ngesti juga memaparkan tentang 5 percepatan pembangunan Natuna yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diantaranya sektor Migas, Kelautan dan Perikanan, Pariwisata, Pertahanan dan Keamanan, serta Lingkungan Hidup.

“Natuna dengan percepatan pembangunan di 5 sektor tersebut, tentunya harus berupaya agar yang sudah ada ditingkatkan dan dimaksimalkan. Tujuannya adalah untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Ngesti. (Manalu/ Rilis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.