Walikota Sebut Kawasan Kumuh di Tanjungpinang Tinggal 11 Hektar

by -124 views
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul S.Pd saat membuka kegiatan Lokakarya Tingkat Kota di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinang
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul S.Pd saat membuka kegiatan Lokakarya Tingkat Kota di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Wali Kota Tanjungpinang Syahrul S.Pd dalam kegiatan program Lokakarya Kota Tampa Kumuh (Kotaku) menyebutkan bahwa kawasan kumuh di Tanjungpinang berkurang dari tahun-tahun lalu.

“Tahun 2014 sebelumnya kawasan pemukiman kumuh seluas 150,41. Tapi hingga 2019 ini sudah berkurang menjadi 11,44 Hektare,” katanya, Rabu (4/12/2019) kepada sejumlah awak media di Hotel Bintan Plaza.

Syahrul menjelaskan, sebelumnya terdapat tujuh kawasan kumuh yakni, di Kelurahan Senggarang, Tanjung Ayun Sakti, Kampung Bugis, Tanjung Unggat, daerah Pelantar Sulawesi, Kelurahan Kamboja dan Kampung Baru.

Lanjut Ayah sapaan akrabnya Wali Kota Tanjungpinang ini, berkurangnya kawasan kumuh ini dikarenakan peran penting yang dilakukan Kementrian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat yang selalu membangun dan merehabilitasi kawasan kumuh di Tanjungpinang.

“Tahun 2019, Tanjungpinang mendapatkan dana sebesar 4 Miliar yang dibagi untuk Kelurahaan Senggarang 1 Miliar, Kelurahan Tanjung Unggat 1,5 Miliar dan Kelurahan Kamboja 1,5 miliar,” sebutnya.

Diwaktu yang bersamaan, Ketua Kordinator Kotaku Budi Effendi mengatakan, untuk mengurangi kawasan kumuh, pihaknya telah membuat septic tank serta perbaikan pelantar tahun 2019 ini.

“Untuk mengurangi membuang BAB sembarangan di laut (warga di kawasan pesisir laut) pihaknya membuatkan 1 septic tank untuk 5 rumah. Dan, pelantar mereka kita perbaiki,” terangnya.

Sementara itu, tahun 2020 alokasi dana untuk Kotaku saat ini dalam masa pembahasan dalam kegiatan Lokakarya tingkat Kota. Sampai berita ini diposting, kegiatan masih berlanjut sampai hari ini, Kamis (5/12/2019). (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.