Wan Effi Ketum APSAI Kota Tanjungpinang, Raja Khairani: Organisasi Independen Pengusaha

by -205 views
Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma photo bersama Pengurus APSAI Kota Tanjungpinang
Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma photo bersama Pengurus APSAI Kota Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan BPJS Tanjungpinang Wan Effi Yulisna terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesiap (APSAI) Kota Tanjungpinang.

Sedangkan Wakil Ketua Agus Subagio yang merupakan pejabat Pelindo Tanjungpinang, Sekretaris Umum Trioyono yang saat ini menjabat Sekretaris REI Tanjungpinang.

Rapat pembentukan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (13/02/2020) kemaren.

Rapat pembentukan APSAI yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) tersebut dipimpin Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma.

Dan, dihadiri para pimpinan bank, pimpinan perusahaan, perhotelan, REI dan forum CSR Kota Tanjungpinang serta sejumlah Kepala OPD dan Kepala Bagian.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang Raja Khairani menuturkan, APSAI merupakan organisasi independen yang dibentuk atas inisiasi dunia usaha untuk berkonstribusi memenuhi hak dan melindungi anak-anak Indonesia.

“APSAI juga sudah terbentuk di beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia dan merupakan salah satu indikator kota layak yang harus dipenuhi,” katanya kepada awak media ini, Jum’at (14/02/2020).

Khairani memaparkan, bahwa negara mempunyai kewajiban melindungi, memenuhi dan menghormati hak anak. Yang disebut anak menurut Undang-Undang Perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

“Untuk mewujudkan kota layak anak, maka diperlukan peran kita bersama baik pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan media massa,” sebutnya.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut dari REI mengatakan, mereka telah membuat taman bermain anak pada beberapa perumahan yang mereka bangun, dari Pelindo juga telah menyediakan ruang bermain yang berada di rang tunggu agar anak merasa nyaman dan tidak jenuh.

“Sedangkan dari kimia farma mereka juga turut serta membantu penekanan angka stanting bekerjasama dengan dinas kesehatan. Begitu juga dengan perbankan dan lainnya selama ini sudah menunjukkan kepdulian terhadapa anak,” kata salah satu Pengurus REI Kota Tanjungpinang.

Mendengarkan pemaparan tersebut, Rahma menyambut dengan senang hati, apa yang sudah dibuat oleh dunia usaha terhadap pemenuhan hak-hak anak di Kota Tanjungpinang selama ini, hanya saja kegiatan yang dilaksanakan masih berjalan sendiri-sendiri.

“Untuk itulah, melalui APSAI yang sudah terbentuk ini semua kegiatan melebur menjadi satu dibawah naungan APSAI, sehingga akan lebih mudah untuk mencapai tujuan,” ujar Wakil Walikota Tanjungpinang ini.

Disamping itu kata Rahma, juga dapat meringankan beban APBD bila pelaku usaha dapat memfaatkan dana yang ada untuk pencegahan kekerasan terhadap anak dan penanggulangan anak yang bermasalah dapat segera teratasi.

“Saya yakin dan percaya, kita semua yang hadir di sini pasti sayang kepada anak, karena mereka adalah aset bangsa dan penerus kita,” ungkapnya.

Ditambahkannya, setelah terbentuk pengurus APSAI Kota Tanjungpinang, maka nama-nama tersebut akan disampaikan ke APSAI pusat, APSAI pusatlah yang akan mengeluarkan SK dan ketua APSAI pusat yang akan melantik bersama Ibu Deputi Tumbuh Kembang Anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3APM Elvi Arianti menyampaikan, untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh APSAI bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini dana tersebut sudah dikeluarkan oleh perusahaan, BUMN, seperti untuk pembuatan jalan, jembatan, taman, dan lainnya.

“Namun, belum dikhususkan untuk kegiatan pemenuhan hak anak,” terangnya.

Kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh APSAI dapat dikemas dari kebutuhan dan permasalahan anak yang ada di Tanjungpinang seperti masih minimnya wc terpilah antara laki-laki dan perempuan di sekolah, pembangunan ruang kelas baru, taman bermain, sarana dan prasarana olah raga sebagai pusat kreativitas anak, alat kesenian, permainan anak dan lain-lain.

Selain itu, kata Elvi, APSAi juga dapat melaksanakan kegiatan yang bersifat pencegahan kekerasan terhadap anak, seperti sosialisasi, parenting dan lainnya yang dapat dikemas sedemikian rupa agar upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dapat dilaksanakan dengan baik.

“Sebagaimana amanat undang-undang dan imbauan yang disampaikan oleh Presiden RI baru-baru ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Novendra/Elvi (BP3APM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.