Warga Minang di Tanjungpinang Nyatakan Sikap, Peduli Tragedi Wamena

by -120 views
Warga Minang saat nyatakan sikap tragedi Wamena di Taman Laman Boenda Gedung Gonggong, Tanjungpinang
Warga Minang saat nyatakan sikap tragedi Wamena di Taman Laman Boenda Gedung Gonggong, Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Warga Minang yang ada di Kota Tanjungpinang hari ini, Jum’at (4/10/2019) “Nyatakan Sikap” Peduli terhadap tragedi di Wamena, Papua.

Pernyataan sikap tersebut dinyatakan bersama di Taman Laman Boenda Gedung Gonggong Tepi Laut, Tanjungpinang.

Sebelum melaksanakan orasi pernyataan sikap, seluruh warga Minang yang hadir do’a bersama guna meminta kepada Allah SWT supaya tragedi di Wamena tidak terulang.

Dalam orasinya, mereka mengutuk keras peristiwa yang terjadi di Wamena, Papua tersebut. Dimana pemerintah yang katanya melindungi warga negaranya sesuai Undang-Undang dari segala ancaman, kekerasan, pembunuhan dan lainnya.

“Kenyataan yang dihadapi teman-teman kita di Wamena adakah pemerintah memberikan perlindungan. Apakah ini akan dibiarkan begitu saja,” seru salah satu warga.

Lanjut dia dalam penyampaian orasi, untuk itu, mari bangkitkan semangat untuk membela saudara-saudara kita yang ada di Wamena.

“Mereka tidak bersalah, mereka tidak melakukan tindakan apa-apa, tetapi mereka diperlakukan diluar batas perikemanusiaan,” sebutnya.

Mulai hari ini juga, orang Minang diseluruh Indonesia harus bersatu, bangkit membela saudaranya. Untuk itu, mari sama-sama untuk menggalang dana untuk saudara-sudara yang ada di Wamena.

Ketua Umum Warga Minang Kota Tanjungpinang, H. Muchrizal mengatakan bahwa, menurut data yang diterima warga Minang di Wamena, kurang lebih ada sebanyak 200 orang.

“Dari jumlah itu, saat ini sudah ada 10 orang warga Minang meninggal dunia akibat tragedi yang terjadi di Wamena,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, menurut informasi saat ini sudah dibawa ke kampung halaman, Pesisir Selatan, Padang itu ada 8 orang dan 2 orang lainnya kemungkinan terbakar dan dikubur disana.

“Kita hanya meminta orang itu supaya dikeluarkan dari sana. Kalau mereka tak ada dana, kita sudah ada dana yang terkumpul sebesar Rp 4 miliar di Ikatan Keluarga Minang (IKM) pusat, Jakarta,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, H. Muchrizal membacakan pernyataan sikap yang pertama pihaknya turut prihatin atas peristiwa tersebut dan turut berduka cita meninggalnya saudara-saudara yang berasal dari Sumatera Barat, Bugis dan daerah lainnya.

Mendukung pemerintah dan pihak keamanan baik TNI dan Polri untuk segera menangkap pelaku kerusuhan dan para pembunuh saudara-saudara kita tersebut.

Kami mendukung dan mendorong pemerintah dalam hal ini Menkopolhukam untuk segera mengungkap kepada publik pelaku kejahatan tersebut serta mengadili para pelaku kerusuhan baik secara hukum Indonesia.

Apabila pelaku pembunuhan sudara kami ini berasal dari kelompok kriminal atau organisasi yang ingin melepaskan diri dari Indonesia maka kami mendukung pemerintah untuk segera menetapkan kelompok kriminal atau organisasu tersebut teroris.

Terakhir, pihaknya minta kepala pemerintah baik pusat atau daerah terkait untuk memberikan fasilitas kepada para pengungsi yang ingin keluar dari Papua.

“Pernyataan ini akan kita kirim melalui DPRD Tanjungpinang lalu ke DPRD Kepri dan lanjut ke DPR RI untuk direspon Pemerintah,” tutupnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.