Cak Ta’in Ingatkan Masyarakat Untuk Tidak Pilih Pemimpin Bermasalah

by -79 views
Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86, Cak Ta'in Komari
Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86, Cak Ta'in Komari
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86, Cak Ta’in Komari mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kepri yang sedang melaksanakan Pilkada untuk tidak memilih calon pemimpin yang bermasalah hukum.

“Masyarakat harus jeli, tidak terjebak dalam politik praktis dengan imbalan uang recehan,” kata mantan Dosen Unrika itu melalui rilis yang diterima MetroKepri.com, Kamis (26/11/2020).

Menurut Cak Ta’in, calon kepala daerah yang bermasalah hukum kalau terpilih, maka hanya akan sibuk ngurusi pengamanan kasus tersebut. Dengan demikian kapan dia akan memikirkan kepentingan masyarakat.

“Pertimbangan soal kasus hukum ini penting, supaya masyarakat nanti tidak diabaikan,” ujarnya.

Mantan wartawan itupun memerinci dugaan calon kepala daerah yang menyimpan kasus terkait hukum.

Calon Bupati Karimun, AR diduga terlibat suap Rp500 juta kepada pejabat Kemenkeu untuk mencairkan Dana Intensif Daerah senilai Rp47 Miliar. Beberapa kepala daerah sudah jadi tersangka bahkan sudah ditahan oleh KPK.

Calon Bupati Bintan, AW dikaitkan dengan status tersangka Bupati Kotawaringin Timur, SH yang dianggap korupsi bidang pertambangan senilai Rp5,8 Triliun.

Calon Walikota Batam, HMR yang sedang disebut-sebut akan dilaporkan LSM ke Mabes Polri terkait dugaan penggunaan ijazah palsu.

Sementara calon Gubernur Kepri hanya AA yang disebut diduga ada masalah penyaluran dan penggunaan dana reklamasi dan CSR bidang pertambangan selama menjabat sebagai Bupati Bintan.

“Mereka yang terindikasi sedang atau akan menghadapi proses hukum, sebaiknya tidak dipilih. Sebab kalaupun jadi maka akan disibukkan untuk mengamankan kasusnya supaya tidak diproses aparatur,” ucap Cak Ta’in. (Red/ Rilis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.