Eksekusi, Kejati Kepri Jebloskan dr Tadjri ke Rutan Tanjungpinang

by -347 views
Aspidsus Kejati Kepri, Ferry Tass
Aspidsus Kejati Kepri, Ferry Tass
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MK) – Tim Tindak Pidana Khusus Korupsi Kejaksaan Tinggi (Pidsus Kejati) Kepri melaksanakan eksekusi terhadap terpidana korupsi alat – alat kesehatan Kabupaten Anambas atas nama dr. Tadjri ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang, Kamis (5/10/2017).

Pelaksanaan eksekusi tersebut sesuai dengan putusan Kasasi Nomor : 2370 K/PUD.SUS/2014 tanggal 30 Juli 2015 yang menyatakan terdakwa dr Tadjri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama.

Dalam putusan itu, terdakwa dr. Tadjri dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp2.00.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah). Apabila pidana denda tidak dibayar oleh terdakwa, maka akan diganti dengan pidana kurungan 3 bulan dan dipotong selama terdakwa Tadjri ditahan.

“Sedangkan, terpidana korupsi lainnya dalam pengadaan alat – alat kesehatan rumah sakit tahun 2009 di Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas, atas nama Sofyan SKM dan Yuni Widianti SH sudah terlebih dahulu dilakukan eksekusi,” papar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferry Tass SH, Mhum, Msi melalui releasenya.

Dia mengutarakan, penangkapan terhadap terpidana korupsi dr. Tadjri ini juga dilakukan setelah tim melakukan pemantaun melalui jaringan HP dengan menggunakan pendekatan BTS provider pada Rabu (4/10/2017). Atas perintah Kajati Kepri, tim yang dikordinir oleh Aspidsus Ferry Tass SH.M.Hum.Msi dan dipimpin oleh Yuyun Wahyudi SH.MH, Faris Manalu, SH.MH, Fahmi Ari Yoga SH.MH dan Roesli,SH.MH. Kemudian tim langsung meluncur ke TKP yang diduga kuat tempat DPO sering kunjungi yakni di daerah Piayu Batam.

“Setelah itu, tim melakukan penyisiran secara manual, berkoordinasi dengan RT dan warga setempat. Namun belum ada titik terang,” ujar Ferry.

Tanpa kenal menyerah, tim terus menyebar dan akhirnya menemukan sebuah tempat praktek dokter “klinik Piayu”. Sampai pukul 19.30 WIB, tim melakukan pengintain yang patut diduga, tempat tersebut merupakan tempat prakteknya dr. Tadjri.

“Kemudian, tim menanyakan ke warung – warung terdekat dan mereka benar mengenal DPO (dr. Tadjri) selaku dokter yang praktek di “Klinik Piayu” tersebut. Namun malam itu yang bersangkutan sedang tidak praktek,” ucapnya.

Dia mengemukakan, setelah tim mencoba memancing dengan cara lain, akhirnya anak TO keluar dan TO dipastikan ada di rumah.

“Tetapi tetap agen kita mengikuti dan membuntuti DPO sampai ke rumah. Sehingga posisi rumah sudah kita dapat, dan besok paginya DPO praktek di “Klinik Piayu” tersebut dan TO ada di dalam rumah,” katanya.

DPO langsung disergap dengan tanpa perlawanan dan ditangkap serta dibawa ke Tanjungpinang dengan speedboat. Sesampainya di Tanjungpinang, Kamis (5/10/2017), dr. Tadjri dibawa ke Kantor Kejati Kepri sekitar pukul 09.30 WIB untuk diproses kemudian dibawa ke Rutan Tanjungpinang guna melaksanakan eksekusi MA selama 4 tahun pidana penjara dan denda Rp200 juta.

Masih kata Ferry, dalam kasus korupsi pengadaan alat – alat kesehatan rumah sakit tahun 2009 di Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas tersebut, diduga negara mengalami kerugian sebesar Rp3,26 miliar.

“Pada pengadaan alat – alat kesehatan tersebut, terpidana dr. Tadjri selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) pada Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujarnya.

Sedangkan, pihak kontraktor yang memenangkan proyek pengadaan alat – alat kesehatan rumah sakit tahun 2009 di Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas sebesar Rp3.262.800.000 tersebut, yakni CV. Intan Diagnostika. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.