Implementasi Kewajiban Advokat Terhadap Klien

by -69 views
Tiara Annisa Pri Elja
Tiara Annisa Pri Elja
Iklan Banner

Oleh: Tiara Annisa Pri Elja
Universitas Ahmad Dahlan

Opini, (MetroKepri) – Seperti yang kita ketahui bahwa Negara Republik Indonesia adalah negara hukum sebagaimana telah sesuai dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). Dengan demikian, sudah seharusnya masyarakat Indonesia untuk patuh dan taat kepada hukum yang ada di Indonesia ini.

Untuk memastikan apakah seseorang bisa menaati hukum, maka dibentuklah sebuah peran yaitu Advokat untuk membantu permasalahan-permasalahan yang ada.

Dikutip dari Merdeka.com, bahwa Advokat adalah orang yang diberi kekuasaan untuk membantu di bidang hukum perdata atau pun pidana. Di samping itu pula seorang advokat juga memiliki kewajiban sebagai seorang aparat penegak hukum.

Advokat dapat memberikan bantuan hukum kepada masyarakat apabila masyarakat tersebut mengalami masalah hukum dan juga keberadaan seorang advokat sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Menurut Lawrence M. Friedman, terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi penegakan hukum yaitu substansi, struktur, dan budaya hukum atau disebut culture. Sehingga menurut Lawrence, untuk memperbaiki penegakan hukum maka perlu adanya perbaikan secara keseluruhan dari ketiga faktor tersebut yang dapat mempengaruhi penegakan hukum itu sendiri.

Saat menjalan tugas sebagai seorang advokat, maka perlu diperhatikan adanya hak dan kewajiban, dimana hak dan kewajiban tersebut harus sesuai dalam undang-undang yang berlaku. Kewajiban seorang advokat dalam menjaga rahasia klien tentunya sudah diatur dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Dengan adanya undang-undang tersebut artinya seorang advokat harus adil dan tidak pandang bulu terhadap semua kliennya, advokat harus bisa untuk merahasiakan semua yang diketahuinya dari seorang klien.

Dikutip dari hukumonline.com, Advokat merupakan profesi yang terhormat atau disebut officium nobile. Sehingga dalam menjalankan tugasnya, seorang advokat harus berada di bawah perlindungan hukum, undang-undang yang berlaku, serta kode etik yang sudah terdapat dalam peraturan perundang-undangan.

Subekti berpandangan bahwa fungsi dan tujuan kode etik itu untuk menjunjung martabat profesi serta menjaga atau memelihara kesejahteraan para anggotanya dengan cara melarang perbuatan apa saja yang akan merugikan kesejahteraan materiil para anggotanya.

Seorang advokat juga harus memiliki jiwa yang teguh, mandiri, jujur, dan memiliki sifat keterbukaan terhadap semua klien. Oleh karena itu, seorang advokat harus mampu menjaga citra dan martabat dalam profesi yang ia miliki serta menjunjung tinggi kode etik sesuai dengan pasal 26 ayat (2) yang menjelaskan bahwa advokat wajib tunduk dan mematuhi kode etik profesi Advokat dan ketentuan tentang Dewan Kehormatan Organisasi Advokat.

Dapat disimpulkan bahwa Kode Etik Advokat Indonesia merupakan hukum tertinggi dalam menjalankan profesi sebagai advokat untuk menjamin dan melindungi dengan memberikan kewajiban kepada setiap Advokat untuk berperilaku jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya sebagai advokat terhadap masyarakat ataupun untuk dirinya sendiri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.