Rekonstruksi, Polres Lingga Ungkap Motif Kasus Pembunuhan di Perairan Desa Marok Tua

by -536 views
Polres Lingga Saat Mengelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Korban IS. Foto Ist
Polres Lingga Saat Mengelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Korban IS. Foto Ist

Lingga, (MetroKepri) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lingga menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap korban (IS) 29 tahun di perairan Alang Tiga Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat, Kamis (31/8/2023) siang.

Rekonstruksi tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Dabo Singkep yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Idris dan dihadiri Kanit Idik I Satreskrim Polres Lingga Ipda Hudan Mega Bani Deha, beserta anggota Satreskrim Polres Lingga, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lingga M. Hermansyah beserta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lingga dengan menghadirkan tersangka (S) dan korban yang diperankan oleh Personel Polres Lingga.

Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Idris mengatakan ada 17 adegan yang dilakoni tersangka selama rekontruksi. Dalam adegan tersebut menjelaskan bagaimana dan apa motif tersangka membunuh korban. Rekontruksi tersebut diawali dengan korban berkomunikasi melalui ponsel untuk bertemu dipelabuhan, ke penginapan dan sampai akhirnya tersangka mengajak korban kelaut untuk mencari udang menggunakan pompong.

“Adapun motif terjadinya pembunuhan di karenakan tersangka tersinggung dan sakit hati pada saat berbicara terkait agama, karena ketidakpuasan korban lalu menyinggung masalah perempuan dan tersangka merasa tersinggung,” papar Kasat.

Kasat Reskrim menjelaskan dalam adegan rekontruksi tersebut terlihat bahwa cara tersangka membunuh korban sangat sadis. Korban dipukul menggunakan palu di bagian kepala dan dibuang ke laut,” ujar Kasat.

Setelah membuang korban kelaut, sekira pukul 07.00 WIB tersangka membuang bantal dan bajunya yang terkena darah korban (IS), kemudian sekira pukul 07.10 WIB tersangka (S) menghubungi kakaknya berinisial J menceritakan kejadian tersebut dan meminta kakaknya untuk menghubungi Polisi.

“Setelah dibuang ke laut oleh tersangka (S), korban berhasil ditemukan 4 hari kemudian setelah kejadian di perairan daerah Pulau Sayak,” ucap AKP Idris.

AKP Idris juga menambahkan telah dilakukan upaya pemeriksaan terhadap kejiwaan tersangka (S), karena informasi yang didapat dari pihak keluarga tersangka, pelaku atau tersangka (S) pernah dipasung sekitar 8 tahun yang silam, jadi dilakukanlah pemeriksaan kejiwaan.

“Hasil daripada tes kejiwaan, pelaku (S) tidak mengalami gangguan kejiwaan ia melakukan perbuatan itu tidak memikirkan kosekuensinya apa yang terjadi, emosi sesaat, setelah itu baru dia menyesali perbuatannya,” tutup Kasat.

Adapun ancaman hukuman yang dipersangkakan kepada tersangka yakni penjara seumur hidup, sesuai dengan Pasal 338, Pasal 34, Pasal 351 ayat 3 KUHPidana. (*)

Humas Polres Lingga/ Pendy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.