Setubuhi Anak Dibawah Umur, WS Tertunduk Lesu Saat Diamankan Satreskrim Polres Natuna

by -26 views
Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si saat konferensi Pers
Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si saat konferensi Pers

Natuna, (MetroKepri) – Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, SIK, M.Si pimpin Konferensi Pers di Mapolres Natuna terkait tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur oleh tersangka inisial WS (21) warga Kecamatan Bunguran Utara terhadap korban perempuan sebut saja inisialnya Bunga pada Jum’at , (15/10/2021)

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, SIK, M.Si mengatakan pelaku berdasarkan Laporan Polisi Nomor:LP-B/50/X/2021/SPKT/POLRES NATUNA/POLDA KEPRI,tanggal 12 Oktober 2021 dimana sebelumnya pasangan ini memiliki Kepala Desa Tapau, Kecamatan Bunguran tengah disalah satu rumah.

“Kepada Petugas, tersangka mengakui sudah melakukan tindakan bejatnya sebanyak 3 kali.”Ucap Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, SIK, M.Si dengan di damping Kasat Reskrim IPTU Ikhtiar Nazara, SH, M.Hum saat Konferensi Pers

Dijelaskan Kapolres Natuna, kronologi awal mulanya bermula pada 4 Oktober 2021 lalu sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu korban meninggalkan rumah untuk menemui tersangka WS. Kemudian mengajak korban mencari rumah kosong untuk beristirahat tanpa mengantar korban kembali pulang ke rumah.

“Saat itu, tersangka WS tidak memulangkan korban kerumahnya dan berusaha mencari rumah kosong dan berkeliling mencari lokasi. Selanjutnya aksi bejat WS terhadap Bunga dilakukan di bebatuan yang berada di kawasan Masjid Agung Natuna, Kecamatan Bunguran Timur pada 11 Oktober 2021 lalu sekitar pukul 21.00 WIB.” Terang Kapolres Natuna

Sehingga pada 12 Oktober 2021, korban dan tersangka dari rumah kosong yang berada di wilayah Desa Tapau oleh Kepala Desa setempat dan bawa ke Kantor Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah.

Lebih lanjut Kasat Reskrim IPTU Ikhtiar Nazara, SH, M.Hum menambahkan bahwa saat ini ditambahkan beberapa bukti diantaranya satu unit HP, switer warna tua, satu helai celana panjang jeans hitam, 1 helai celana dalam warna hijau tua, 1 tas ransel warna hitam, dan 5 lembar surat dari tersangka yang ditujukan kepada korban

“Tersangka disangkakan Pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perubahan UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Kita tetapkan kepada pelaku tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dimana kerugiannya masih ada korban sekolah dan katagori anak”, imbuh Kasat Reskrim Polres Natuna. (manalu/humres natuna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.