Wabup Natuna Hadiri Upacara HAB ke 74

by -36 views
Hj Ngesti Yuni Suprapti saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Amal Bakti ke 74
Hj Ngesti Yuni Suprapti saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Amal Bakti ke 74
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Wakil Bupati Natuna, Hj Ngesti Yuni Suprapti menghadiri upacara dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag RI ke 74 di Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Natuna, Jumat 03 Januari 2020.

Dalam amanat Menteri Agama RI Fachrul Razi yang dibacakan oleh Hj Ngesti mengatakan, Kemenag RI menjadi salah satu lembaga bagian dari pemerintahan, dimana negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Hari ini, kita memperingati tonggak peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kaidah dan nilai-nilai kehidupan beragama yaitu Hari Amal Bakti Kementerian Agama. Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama. Kita semua bisa berdiri ditempat ini, tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan generasi terdahulu,” katanya.

Hj Ngesti memberikan penghargaan
Hj Ngesti memberikan penghargaan

Dalam negara Pancasila, siapa pun dengan alasan apa pun tidak diperkenankan melakukan propaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran agama dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. Demikian pula segala kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara.

Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Sejarah dunia sampai abad kedua puluh hanya mengenal dua teori menyangkut hubungan agama dan negara, yaitu “Teori integrasi”, penyatuan agama dengan negara dan “teori sekularisasi”, pemisahan agama dengan negara.

Para founding fathers negara kita dengan bimbingan Allah Yang Maha Kuasa mengenalkan teori alternatif, yaitu “teori akomodasi” menyangkut hubungan agama dan negara yang belum dikenal saat itu di negara mana pun.

Foto bersama
Foto bersama

“Saya perlu menegaskan disini bahwa penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara. Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaliknya penguatan identitas bernegara bila dipisahkan dari spirit beragama dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme,” paparnya.

Untuk itu, diajak kepada seluruh jajaran Kemenag di pusat dan daerah agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air. Kerukunan antar umat beragama merupakan modal bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional.

Usai upacara, Hj Ngesti memberikan penghargaan Satya Lencana kepada sejumlah Pegawai Kemenag Natuna yang telah mengabdi lebih dari satu dekade (10 tahun).

Turut hadir dalam upacara ini, Kepala Kantor Kemenag Natuna, H. Husein, Wakil Ketua I DPRD Natuna Daeng Ganda Rahmatullah, para pimpinan OPD, FKPD, pegawai Kemenag, perwakilan siswa/siswi dan tamu undangan lainnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.