Akses Jalan di Lome Ditutup, Warga Dilarang Masuk ke Kebun

by -44 views
Suasana Mediasi Petani Dengan Pihak Perwakilan PT BMW
Suasana Mediasi Petani Dengan Pihak Perwakilan PT BMW

Bintan, (MetroKepri) – Suasana Jalan Raya Lome, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan tiba-tiba ramai dalam dua hari ini.

Hal itu dikarena pihak PT BMW diduga menutup akses pintu masuk jalan warga.

Akan hal itu, ratusan petani setempat tidak bisa masuk kelahan yang selama ini mereka kelola lantaran dihadang oleh puluhan pria bertato yang mengaku suruhan dari pihak perusahaan BMW.

“Sudah tiga hari terakhir kami (Petani tempatan) tidak diperbolehkan masuk melintasi jalan. Kami dilarang dan dihadang oleh puluhan preman bertato yang mengaku suruhan dari pihak BMW,” ucap pak tua salah satu petani, Sabtu 24 April 2021.

Dari Informasi yang diperoleh, sempat terjadi keributan antara petani dengan puluhan pria yang diduga suruhan dari pihak PT BMW. Puncaknya terjadi pada Sabtu (24/04/2021) sore.

Dalam peristiwa itu, terlihat ratusan petani berkumpul untuk menghancurkan portal dan pos yang dibagun oleh pihak PT BMW. Pos itu berdiri di pintu masuk menuju lahan (Kebun red) petani.

Namun upaya warga ini cepat diketahui pihak kepolisian hingga ada warga yang melapor.

Dengan adanya perselisihan antara petani dengan pihak yang diduga suruhan dari PT BMW tersebut, puluhan polisi berseragam dari Polres Bintan dan dari Polsek Gunung Kijang langsung melakukan pengamanan antisipasi.

Hariun (37 tahun), salah satu petani mengaku sudah bertahun-tahun dirinya memanfaatkan lahan negara yang diterlantar itu. Sebelumnya tidak ada pihak-pihak yang melarang ia masuk ke kebun yang ia kelola tersebut.

“Tiga hari lalu, pagi-pagi sekali saat saya mau menanam pisang. Tiba- tiba portal jalan ditutup. Kami dihadang puluhan preman bertato yang diduga pihak sewaan PT BMW, lalu melarang kami tidak boleh masuk. Sekarang kami (petani) ingin agar portal dan pos yang dibagun PT BMW dimusnahkan,” kata Hariun didepan petugas kepolisian yang didukung tepuk tangan ratusan petani.

Selain itu, para petani juga mengaku heran, kok PT BMW bisa mengklaim itu lahan mereka, sementara batas lahannya saja tidak ada dan sudah terbengkalai sejak tahun 1993 silam.

Berdasarkan UU Agraria, alokasi lahan untuk perusahaan hanya berlaku 20 tahun. Ini sudah hampir 30 tahun ditelantarkan.

“Kami mendukung penuh pihak PT yang menjalankan amanah sesuai dengan peruntukannya, tidak merugikan negara dan juga rakyat,” ucapnya.

Sementara, Ketua Lembaga KPK Kepri, Kennedi Sihombing yang mewakili ratusan petani menyampaikan, jika pihak PT BMW memiliki ijin HGB, selama 30 tahun.
Kennedi mempertanyakan, mana bangunannya.

Kemudian, perwakilan petani dan perwakilan pihak PT dipertemukan di pos keamanan oleh pihak kepolisian.

Namun, dalam pembahasan sekitar 30 menit, tidak ada kesimpulan yang disepakati bersama.

Oleh karena itu, pihak Polres Bintan meminta agar perwakilan petani dan pihak PT BMW datang ke Polres Pada Senin (26/4/2021) untuk menanyakan legalitas kedua belah pihak.

“Untuk sementara petani jangan masuk dulu ke portal yang sudah ada sampai ada kejelasan pertemuan yang akan kita gelar di Polres Bintan,” Kata Kabag Ops Polres Bintan, AKBP Sembiring dalam mediasi tersebut.

Permintaan pihak Polres ini sempat ditolak petani, karena jika kebun mereka tidak dilihat, menurut petani tentu tanaman dan ternak-ternak mereka akan terancam.

“Kita tidak akan masuk ke portal sampai hari senin, menjelang pertemuan kedua belah pihak di Polres Bintan. Kami juga meminta kepolisian agar berlaku adil, seharusnya pihak PT BMW juga tidak boleh berada di lokasi itu,” celoteh seorang petani. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.