CSR Tahap Pembahasan, Perusahaan Migas Natuna Akan Fasilitasi Kegiatan Prioritas

by -131 views
Kasubbag Hulu Migas, Nurul Huda Saat Ditemui Diruang Kerjanya
Kasubbag Hulu Migas, Nurul Huda Saat Ditemui Diruang Kerjanya
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar melalui berbagai kegiatan atau dengan kata lain, tanggungjawab sosial suatu perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar dari operasi usaha-usahanya.

Hal ini dikatakan oleh Kasubbag Hulu Migas Kabupaten Natuna, Nurul Huda saat dijumpai MetroKepri.com beserta rekannya di ruangan kantornya, Jalan Batu Sisir – Bukit Arai, Kamis 13 Juni 2019.

Khusus sektor hulu migas, kata Nurul Huda, kegiatan tahun ini diantaranya adalah taman bermain di Pantai Kencana akan dilanjutkan di beberapa titik kosong. Mendukung kegiatan geopark yang diusulkan dari pariwisata serta pelatihan SDM objek wisata.

Nurul Huda memaparkan, CSR yang dikucurkan oleh perusahaan migas selama ini adalah CSR berkelanjutan. Ini dikarenakan Pemkab Natuna mempunyai tim CSR khusus hulu migas. Tim ini merencanakan, melakukan pembahasan dan pelaksanaan. Begitu direncanakan, tim ini akan langsung menjemput bola untuk mengusulkan dan rapat dengan beberapa perusahaan.

“Kalau saya khusus dibagian CSR migas saja. Di awal tahun kami mengusulkan, setelah diusulkan kepada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang migas, nanti akan dibahas diintern perusahaan masing-masing sesuai dengan kemampuan anggaran mereka. Kemudian, perusahaan akan memfasilitasi kegiatan – kegiatan yang sudah menjadi skala prioritas bagi daerah. Sekitar September nanti mereka eksekusi,” papar Nurul Huda.

Ia mengutarakan, CSR ini tidak berupa uang tapi berupa barang dan semua dikerjakan oleh perusahaan. Setelah dikerjakan, akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Begitu diserahkan kepada pemerintah daerah, otomatis menjadi tanggungjawab bagian aset dan bagian aset nanti yang menyerahkan kepada pengelola masing-masing dinas. Contohnya, taman bermain yang ada di Pantai Kencana, itu diserahkan kepada Dinas Perkim Natuna untuk menjadi pengelolanya.

Ia melanjutkan, dari sektor migas, masyarakat ataupun kelompok tidak bisa langsung mengajukan CSR kepada perusahaan migas, koordinasinya melalui pemerintah daerah. Jadi, dari kelompok mengajukan ke pemerintah daerah, kemudian pemerintah daerah akan memfasilitasi melalui tim yang sudah dibentuk dengan melihat skala prioritas yang dibutuhkan saat itu.

Untuk menjemput bola di perusahaan-perusahaan, harus ada tim CSR untuk koordinasi, tidak bisa lepas-lepas. Kalau lepas-lepas, Nurul Huda mengatakan itu namanya sponsorship. Kalau satu kelompok mau membuat suatu acara atau kegiatan, bisa saja langsung ke perusahaan migas, tapi bunyinya bukan CSR melainkan sponsorship. Sponsorship ini anggarannya dibawah Rp20 juta, itupun kegiatannya dibuat dulu dan bayar sendiri, harus ada kwitansi dan dokumentasi, kemudian diajukan ke perusahaan. Nanti perusahaan menggantinya disesuaikan dengan anggaran mereka.

“Saat ini Tim CSR Kabupaten Natuna belum terbentuk. Sementara ini kita pisah sesuai sektornya, ada perbankan, BUMN dan migas. Kalau sudah terbentuk CSR Kabupaten, otomatis semua sektor akan masuk kedalam Tim CSR Kabupaten,” katanya.

Menurutnya, CSR yang diberikan kepada masyarakat selama ini sangat efektif dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tahun ini, Nurul Huda mengatakan, CSR dari perusahaan migas masih dalam tahap pembahasan. Apabila sudah selesai pembahasan, perusahaan akan mengundang pemerintah daerah dan menyampaikan anggaran yang bisa dikucurkan dengan kegiatan yang diprioritaskan.

“Kalau tahun kemarin, CSR yang diterima dari dua perusahaan sekitar Rp1 miliar. Tahun ini mungkin Rp1 miliar lebih. Dua perusahaan yang memberikan CSR, yakni Primier Oil dan MEDCOENERGI. Tahun kemarin perusahaan Star Energy belum bisa mengucurkan CSR dikarenakan sedang kolaps,” imbuhnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.