Surat Edaran Sekda Natuna Terkait Sekolah Diliburkan Dicabut

by -77 views
Surat Edaran Sekda natuna Yang Dicabut
Surat Edaran Sekda natuna Yang Dicabut
Iklan Banner

Natuna, MetroKepri – Pasca kebijakan Pemerintah RI yang menjadikan Kabupaten Natuna sebagai tempat observasi WNI dari Wuhan RRT, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi mengeluarkan Surat Edaran yang diterbitkan pada 2 Februari 2020 yang meminta Kepala Sekolah di 7 kecamatan se Kabupaten Natuna meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tingkat SD hingga SLTP sederajat.

Isi surat edaran tersebut yakni meminta kepala sekolah meliburkan proses KBM di sekolah mulai tanggal 3 Februari hingga 17 Februari 2020. Selama masa libur, siswa diharapkan melaksanakan belajar di rumah. Selama masa libur dihimbau tidak melakukan aktivitas diluar rumah, menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat terutama cuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika mengalami gejala gangguan saluran pernafasan.

Hal ini dilakukan oleh Pemkab Natuna menyusul desakan dari masyarakat yang merasa khawatir apabila anak-anaknya terus melakukan kegiatan di luar rumah.

Namun, hari ini surat edaran tersebut dicabut kembali karena menindaklanjuti telegram Menteri RI Cq Dirjen Otonomi Daerah No T.422.3/666/OTDA.

Intruksi tersebut berisi perintah, agar Bupati Natuna mencabut Surat Edaran dari Sekda Natuna. Pasalnya, kebijakan Pemkab Natuna dianggap menghambat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah.

Melalui surat tersebut, Pemkab Natuna juga diminta menginstruksikan sekolah di Natuna melaksanakan KBM seperti biasa. Selain itu, Bupati Natuna juga diminta selalu berkoordinasi dengan Pemprov Kepri dan Pemerintah Pusat guna penanganan dan antisipasi lebih lanjut.

Sementara itu, orang tua siswa di Natuna mendukung langkah Pemerintah Daerah untuk meliburkan sekolah. Hal ini menyusul kekhawatiran orang tua terhadap penularan Virus Corona semenjak WNI dari Wuhan China di observasi di Natuna.

“Kami mendukung Pemerintah Daerah untuk meliburkan sekolah, kami takut, kami was-was dengan keselamatan keluarga kami,” kata salah satu warga ketika melakukan demo di Halaman Kantor DPRD Natuna.

Hal yang sama diucapkan oleh warga yang lain. Ia lebih memilih meliburkan anaknya daripada harus merasa khawatir akan keselamatan anaknya.

“Saya liburkan anak-anak dari sekolah. Kalaupun Pemerintah tidak meliburkan, saya tidak akan ijinkan anak saya untuk sementara pergi ke sekolah hingga WNI yang dikarantina dipulangkan,” katanya yang disetujui oleh warga lain yang sedang berkumpul. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.