Gubernur Kepri Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2023

by -529 views
Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat Menyerahkan Nota Keuangan Usai Paripurna. Foto Ist
Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat Menyerahkan Nota Keuangan Usai Paripurna. Foto Ist

Advetorial, (MetroKepri) – Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri tahun anggaran 2023 telah disampaikan Gubernur H. Ansar Ahmad dalam Rapat Paripurna di Ruang Rapat Sidang Utama DPRD Provinsi Kepri, Senin (7/11/2022).

Dalam pidatonya, Gubernur Ansar menyebutkan untuk tahun anggaran 2023 bahwa APBD Provinsi Kepulauan Riau adalah sebesar Rp4.111.156.203.263,00. Jika dibandingkan dengan anggaran pada APBD murni tahun anggaran 2022 sebesar Rp3.870.323.080.509,00, maka terdapat peningkatan sebesar Rp630.833.122.754,00 atau naik 15,34 persen.

Adapun plafon anggaran untuk masing-masing kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan di APBD Kepri tahun anggaran 2023, disebutkan jika pendapatan daerah Provinsi Kepulauan Riau tahun anggaran 2023 ditetapkan sebesar Rp3.995.495.041.708,00.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat Menyalami Lis Darmansyah. Foto Ist
Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat Menyalami Lis Darmansyah. Foto Ist

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 14,80 persen dibandingkan dengan target APBD murni tahun 2022 atau meningkat Rp515.171.961.199,00, jika dibandingkan target pendapatan daerah pada APBD tahun 2022 sebesar Rp3.480.323.080.509,00.

Sedangkan untuk belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2023 dialokasikan sebesar Rp4.111.156.203.263,00, jika dibandingkan dengan anggaran pada APBD murni tahun anggaran 2022 sebesar Rp3.870.323.080.509,00, maka terdapat peningkatan sebesar Rp630.833.122.754,00 atau naik 15,34 persen.

“Peningkatan sebesar 15,34 persen pendapatan dan belanja daerah ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” papar Gubernur Ansar.

Dalam mengejar pembangunan di Kepulauan Riau pada tahun 2023, Gubernur Ansar mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan memprioritaskan tiga hal yaitu optimalisasi potensi perekonomian daerah, pembangunan infrastruktur wilayah, dan pembangunan manusia yang berkualitas dan berbudaya. Dengan tema yang akan diusung dalam pembangunan tahun 2023 yaitu “Peningkatan Ekonomi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah dan Pembangunan Infrastruktur serta Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dengan Menjunjung Nilai-Nilai Budaya Melayu dan Nasional”.

“Ketiga prioritas pembangunan daerah tersebut dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan berbagai program dan kegiatan yang diharapkan dapat berfungsi sebagai instrumen untuk pencapaian sasaran dari masing-masing prioritas pembangunan,” ujar Gubernur Ansar.

Dalam pelaksanaan prioritas tersebut, Pemprov Kepri telah menganggarkan belanja yang diamanatkan peraturan perundang-undangan atau yang lazim disebut Mandatory Spending, yang diamanatkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2023.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat Menyalami Tamu Undangan Usai Paripurna. Foto Ist
Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat Menyalami Tamu Undangan Usai Paripurna. Foto Ist

Beberapa Mandatory Spending yang dikeluarkan oleh Pemprov Kepri adalah anggaran pendidikan yang dianggarkan minimal 20 persen, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menganggarkan sebesar Rp983 miliar atau sebesar 23,92 persen. Anggaran kesehatan yang dianggarkan minimal 10 persen, dimana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menganggarkan sebesar Rp497 miliar atau sebesar 16,96 persen, anggaran pengawasan yang dianggarkan minimal 0,9 persen, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menganggarkan sebesar Rp36 miliar atau 0,90 persen.

Selanjutnya belanja infrastruktur pelayanan publik paling rendah minimal 40 persen, dimana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menganggarkan sebesar Rp1,062 triliun atau sebesar 30,52 persen, dan anggaran belanja pendidikan dan pelatihan bagi ASN dalam rangka pengembangan kompetensi penyelenggara pemerintah daerah yang wajib dianggarkan minimal 0,34 persen, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menganggarkan sebesar Rp16,89 miliar atau 0,41 persen.

Selain anggaran yang diamanatkan undang-undang, penyusunan APBD tahun anggaran 2023 juga mempertimbangkan kewajiban-kewajiban yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, diantaranya berupa pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo atas pinjaman daerah Provinsi Kepulauan Riau dari pemerintah pusat kepada PT. SMI.

“Kami berkeyakinan bahwa dengan kepercayaan dan dukungan dari semua pihak, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat bekerja lebih baik dan efektif untuk mencapai kemajuan bersama,” ucap Gubernur Ansar. (Ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.