Kasus DBD di Tanjungpinang Menurun 4 Bulan Terakhir

by -73 views
Kadis Kesehatan Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam
Kadis Kesehatan Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadinkes Dalduk dan KB) Kota Tanjungpinang Rustam menginfokan bahwa dalam masa 4 bulan terkahir kasus DBD di Tanjungpinang menurun.

“Alhamdulillah kasus DBD di Kota Tanjungpinang dalam 4 bulan terakhir terus menurun,” katanya kepada awak media ini, Kamis (30/04/2020) pagi.

“Semoga fenomena penurunan kasus ini terus berlanjut pada bulan bulan berikutnya,” tambah Rustam.

Rustam menjelaskan, pada bulan Januari terjadi 55 kasus DBD, menurun menjadi 21 kasus pada bulan Februari, terus menjadi 14 kasus pada bulan Maret dan 6 kasus pada bulan April ini.

Lanjut Rustam, 5 kelurahan terbanyak kasus DBD selama bulan Januari sampai April ini adalah Kelurahan Batu Sembilan 23 kasus, Kelurahan Pinang Kencana 13 kasus, Kelurahan Air Raja 12 kasus, serta Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Seijang masing masing 7 kasus.

“Persentase kasus DBD pada 18 kelurahan di Kota Tanjungpinang selama periode Januari-April 2020,” terangnya.

Persentase DBD di Kota Tanjungpinang
Persentase DBD di Kota Tanjungpinang

Menurut Rustam, meskipun kasusnya saat ini terus menurun dalam empat bulan terakhir, tetapi masyarakat tidak boleh lengah, harus senantiasa waspada karena kemungkinan meningkatnya kasus DBD bisa saja terjadi setiap waktu.

“Untuk itu kita imbau kepada seluruh keluarga di Tanjungpinang, kebetulan sekarang sebagian besar sedang bekerja dari rumah, agar sekaligus dapat memperhatikan dan membersihkan lingkungan masing masing,” pintanya.

Kemudian, kata Rustam, di saat musim penghujan ini tentunya akan menjadi potensi timbulnya genangan air terutama apabila ada barang barang bekas di luar rumah dan halaman yang tidak dikemas secara baik.

“Diperkirakan dalam beberapa hari ke depan hujan masih akan terus terjadi. Jaga lah kebersihan dan jangan biarkan ada air yang menggenang di wadah yang berpotensi menadah air hujan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rustam berharap, kalau ada botol botol, kaleng bekas, ban bekas, batok kelapa atau wadah apapun yang bisa menjadi tempat air bertakung agar segera dirapikan.

“Hal ini untuk mencegah kemungkinan Nyamuk Aedes berkembang biak di situ,” pungkasnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.