Kepri Wilayah Strategis, BKP Tanjungpinang Awasi Daging Sapi Terindikasi Jembrana

by -83 views
Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang, drh Donny Muksydayan, M.Si
Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang, drh Donny Muksydayan, M.Si
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Wilayah Provinsi Kepri secara geografis sangat strategis karena berdekatan dengan 2 negara maju yakni Malaysia dan Singapura sehingga menyebabkan Pulau Bintan sangat rawan terhadap kemungkinan masuk dan tersebarnya penyakit-penyakit dari luar Indonesia, disamping Singapura merupakan negara perdagangan dan pusat distribusi dunia.

Akan hal tersebut Kepala Badan Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang drh Donny Muksydayan, M.Si menegaskan akan mengawasi masuknya bahan pokok seperti daging yang terindikasi penyakit Jembrana ke Provinsi Kepri khusunya Tanjungpinang.

Dia menjelaskan, sampai saat ini masyarakat Kepri masih berharap terhadap bahan pokok produk pertanian luar negeri seperti beras, daging, buah, telur, sayuran dan lainnya sangat tinggi.

“Disinilah peran Karantina harus kita dukung dan perkuat. Kebutuhan pangan pokok masyarakat Tanjungpinang khususnya daging (daging Sapi, Ayam dan daging Babi) sampai saat ini masih didatangkan dari luar Provinsi Kepri,” katanya, Senin (15/4/2019) saat kegiatan Rakor Lintas Instansi Se-Sumatera di salah satu hotel di Tanjungpinang.

Lebih lanjut dijelaskan Donny sapaan akrabnya Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang ini, Karantina sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya mencegah masuk dan tersebarnya penyakit bersumber dari hewan, tumbuhan dan produk turunannya serta menjamin semua komoditas pertanian masuk ke Kepri sehat dan aman.

“Salah satu penyakit hewan yang kita awasi yaitu Jembrana yang terindikasi di hewan ternak Sapi,” ungkapnya.

Tambah Donny, untuk memenuhi kebutuhan daging Sapi, Kepri masih mendatangkan Sapi berasal dari Sumatera daratan yang berdasarkan data surveilan dari Balai Veteriner telah banyak ditemukan kasus penyakit Jembrana di wilayah tersebut.

“Maka dari itu mari kita sama-sama menjaga agar Sapi yang terindikasi Jembrana tidak masuk ke Kepri ini demi menghindari menyebarnya penyekit tersebut terhadap Sapi ternak di Kepri khususnya Kota Tanjungpinang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, penyakit Jembrana hanya dapat terjangkit terhadap hewan ternak Sapi dan tidak akan tertular terhadap Manusia. (*)

Penulis: Novendra

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.