BKP Tanjungpinang Ekspor Perdana Olahan Kelapa PT BOF ke India dan Jerman

by -459 views
Pelepasan Ekspor Olahan Kelapa oleh Menteri Kabinet Jokowi di Pelabuhan Bandar Seri Udana Lobam
Pelepasan Ekspor Olahan Kelapa oleh Menteri Kabinet Jokowi di Pelabuhan Bandar Seri Udana Lobam
Iklan Banner

Bintan, (MetroKepri) – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang melaksanakan pelepasan Ekspor Perdana olahan Kelapa sebanyak 178 Ton ke India dan Jerman.

Olahan Kelapa itu terdiri dari Santan, bubuk dan Tepung Kelapa yang diproduksi oleh PT Bionesia Organic Foods (BOF) ini di ekspor perdana dengan nilai ekonomis Rp2,8 milyar.

Ekspor perdana tersebut dilepas di Pelabuhan Bandar Seri Udana Lobam Kabupaten Bintan oleh Menteri Kabinet Jokowi melalui Menko Perekonomian RI Erlangga dengan cara memecahkan Batok Kelapa di depan kontener berisi 178 ton Tepung Kelapa, Sabtu (26/09/2020) siang sekitar pukul 11.45 wib.

Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang drh. Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan, Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui tiga program strategis. Ketiga program ini adalah mendorong layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian, Gerakan tiga kali Ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani).

“Kementerian Pertanian juga mengajak kita untuk mempersiapkan dan mendorong para petani muda atau generasi milenial petani kita agar dapat ikut memasuki pasar ekspor produk pertanian. Karena seperti kita ketahui bersama bahwa lalu lintas perdagangan antar negara maupun regional memberikan keuntungan ekonomi yang besar bagi negara kita,” ujarnya.

Raden menjelaskan, kerja keras petani dan seluruh penggiat sektor agraria, menjadikan PDB sektor pertanian di kuartal kedua 2020, tumbuh 16,2% dibanding kuartal sebelumnya (Januari-Maret 2020).

“Bahkan, dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, PDB sektor pertanian tetap tumbuh 2,19%,” terangnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis data kontribusi pertanian terhadap perekonomian terus meningkat. Di kuartal kedua 2020, sumbangan pertanian terhadap PDB nasional mencapai 15,46%. Angka tersebut meningkat 1,89% dari periode yang sama di tahun 2019.

Salah satu sumber peningkatan itu adalah pertumbuhan ekspor komoditas pertanian periode Januari-Agustus 2019 dibanding 2020, naik sebesar 8,59%. Jika dinominalkan angka pertumbuhan ekspor pertanian tersebut mencapai Rp20,9 triliun lebih (year on year/YoY).

Menurut Raden, khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saja, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 total ekspor Provinsi Kepri sektor Non migas yang didominasi produk pertanian mengalami peningkatan sebesar 1,29% atau naik sebesar Rp1,69 Triliun dari tahun 2018 dan tren positif tersebut terus berlanjut pada tahun 2020.

Kementerian Pertanian, melalui Badan Karantina Pertanian sebagai instrumen strategis dalam ekspor produk pertanian bertanggung jawab dalam pemberian Sertifikat Karantina (sertifikat sanitari dan phytosanitari) produk-produk pertanian sesuai dengan salah satu perjanjian dalam WTO (Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS)).

“Kementan siap memfasilitasi serta mendorong akselerasi ekspor pertanian dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Instansi terkait dan Pemerintah Daerah,” papar Raden.

Menko Perekonomian RI Erlangga
Menko Perekonomian RI Erlangga

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Erlangga menyebutkan, pada tahun 2019 lalu, dari Bintan saja telah dilakukan ekspor Karet dengan volume 12 ribu ton senilai Rp210,7 Milyar dengan negara tujuan ekspor China, USA, UEA, Italia, Pakistan, Iran, Malaysia, Singapura, Srilanka, Mesir dan Turki.

“Sedangkan Ekspor Arang dari Bintan saja tahun 2019 diekspor 472 ton, senilai Rp3,24 Milyar, dengan negara tujuan Malaysia. Ekspor Babi potong tahun 2019 dengan jumlah 304.569 ekor senilai Rp3,24 Milyar, tujuan negara Singapura,” ungkapnya.

Sementara pada tahun ini dari Januari sampai 26 September 2020, dari Bintan saja telah dilakukan akselerasi ekspor Karet sebesar 16 ribu ton, senilai Rp313,79 Milyar, tujuan ekspor China, USA, UEA, Italia, Pakistan, Iran, Malaysia, Singapura, Srilanka, Mesir, dan Turki.

Ekspor komoditas arang, sebesar 242 ribu ton, senilai Rp1,69 Milyar, tujuan ekspor Malaysia. Untuk santan, tepung dan bubuk kelapa ekspor sebesar 263 ribu ton, senilai Rp6,10 Milyar ke negara Jerman dan Ekspor Babi potong dengan jumlah 244.718 ekor senilai Rp789, 8 milliar tujuan Singapura.

Dengan demikian, lanjut Erlangga, perbandingan data ekspor Tahun 2019-2020 (periode Januari 26 September), untuk Bintan saja volume ekspor komoditi Karet, olahan Kelapa dan Babi potong telah  menunjukkan adanya kenaikan ekspor  sebesar 46,65%.

Khusus PT. BOF,  melakukan ekspor olahan kelapa baru di tahun 2020. Komoditi yang diekspor adalah produk olahan kelapa berupa santan, bubuk dan Tepung Kelapa dengan negara tujuan pertama India dan Jerman.

Untuk diketahui, acara peluncuran ekspor ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Perdagangan, Pjs Gubernur Kepri, Pjs Bupati Bintan, Walikota Tanjungpinang, Pimpinan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Para Eksportir PT. Bionesia Organic Foods, PT. Pulau Bintan Djaya, PT. Indotirta Suaka dan CV. Bulan Bintang. (*)

Penulis: Novendra/Humas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.