Menteri Susi Jatuh Cinta Dengan Natuna

by -237 views
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti Didampingi Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal Saat Tiba di SKPT Selat Lampa
Iklan Banner

Natuna, (MetroKepri) – Dengan suara besar dan tegas, wanita yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan dikenal dengan nama Susi Pudjiastuti ini berbicara didepan forum ketika peresmian operasional Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa Kabupaten Natuna, pada 08 Oktober 2019.

Sejak dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden RI Joko Widodo, Susi – sapaan akrabnya menunjukkan niatnya untuk menjadikan beranda terdepan NKRI sebagai wilayah yang kokoh dan berdaulat, disesuaikan dengan Nawacita Presiden Joko Widodo.

Urusan kelautan dan perikanan tidak diragukan lagi, ia telah dikenal secara nasional maupun internasional. Tindakannya yang berani dan tanpa kompromi terhadap Kapal Ikan Asing (KIA) yang mencuri ikan di wilayah laut Indonesia, membuat negara lain harus berpikir dua kali untuk mencuri ikan di laut Indonesia.

Selain kokoh dan berdaulat, Susi berkeinginan wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berbatasan dengan negara lain, dari sisi perekonomian juga harus kuat.

Salah satu programnya di Kabupaten Natuna, SKPT Selat Lampa, membuat pertumbuhan ekonomi diujung utara NKRI naik.

“Pemerintah Kabupaten Natuna merasakan pertumbuhan perekonomian jauh meningkat, awal Tahun 2016 pertumbuhan ekonomi 3,5 persen per tahun, dengan adanya SKPT, kini menjadi 5,8 persen per tahun. kami harap meningkat lagi setelah diresmikan,” papar Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, saat memberikan kata sambutannya diacara tersebut.

Perhatian Susi yang cukup besar kepada Kabupaten Natuna, membuatnya beberapa kali berkunjung ke daerah ini. Seiring dengan waktu, kunjungannya ini membuat ia jatuh cinta kepada Natuna.

Selain senang lautnya, jatuh cintanya Susi kepada Natuna disebabkan Bupati Natuna dan jajarannya sangat ramah, punya kerjasama yang baik dan saling mendukung dalam pembangunan.

“Seiring waktu, saya jatuh cinta kepada Natuna. Kunjungan ini merupakan kunjungan terakhir saya sebagai Menteri di Natuna. Terimakasih kepada Bupati Natuna dan jajarannya yang luar biasa dalam keramahtamahan, kerjasama dan dukungannya. Masyarakatnya juga ramah dan terbuka,” kata Susi.

Meskipun ia tidak menjabat lagi sebagai menteri tertanggal 20 nanti, ia berharap masyarakat Natuna tetap ramah dan terbuka apabila ia berkunjung lagi ke Natuna. Selain itu ia berharap, masyarakat Natuna menjadi masyarakat yang sejahtera dan bangga sebagai warga Negara Indonesia dititik terdepan NKRI.

“Yang ada disini, tetaplah komitmen dan teguh menjaga kedaulatan laut dalam menjaga keberadaan Natuna karena Natuna sangat penting dan strategis untuk Indonesia. Pak Bupati sudah mencanangkan Natuna sebagai pusat perikanan dan pariwisata,” katanya.

Saat ini, Susi yakin keadaan laut Indonesia yang aman dari pencuri-pencuri ikan, 10 tahun lagi Indonesia bukan nomor 2 lagi untuk perikanan setelah negara China, tetapi akan menjadi nomor 1, karena negara China tidak bisa lagi mengambil ikan-ikan di laut Indonesia, salah satunya di Natuna. Begitu juga dengan Negara Thailand dan Vietnam.

“Kalau mau ikan, datang dan beli sama Negara Indonesia. Indonesia harus berdaulat dan tegas terhadap pencuri ikan. Suatu saat, Natuna harus bisa langsung mengekspor hasil kelautannya melalui kontainer, tidak lagi harus dari Tanjung Priok lagi. Nanti saya kejar Menteri Perhubungan untuk membangun pelabuhan besar di Natuna, sehingga Natuna yang sudah saya cintai ini bisa maju dan semakin kuat di ujung utara NKRI,” imbuhnya. (Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.