Meski Terlambat, Mendagri Nyatakan APBD Kepri 2016 Sah

by -250 views
Mendagri, Tjahjo Kumolo saat bersalaman dengan Mantan Pj Gubernur Kepri, Agung Mulyana
Mendagri, Tjahjo Kumolo saat bersalaman dengan Mantan Pj Gubernur Kepri, Agung Mulyana
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MK) – Pembahasan hingga persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (APBD) Kepulauan Riau tahun 2016 terlambat.

Meski terlambat, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan sah. “Tidak perlu ada pertentangan antara gubernur dengan DPRD Kepri,” ucap Tjahjo, Rabu (30/12).

Dia mengatakan, DPRD Kepri keberatan terhadap Ranperda APBD 2016 yang diajukan kepada Mendagri. DPRD Kepri melayangkan surat pada 26 Desember 2015 lalu. Inti dari surat itu yakni meminta Mendagri tidak mengesahkan Ranperda APBD 2016 karena proses persetujuannya tidak melalui mekanisme yang benar dan tidak sah.

“Hari ini kami jawab surat tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana menjelaskan, anggota DPRD Kepri tanpa pemberitahuan tidak masuk hadir dalam rapat paripurna itu.

Seharusnya, kata dia, pembahasan anggaran tersebut tidak terjadi pertentangan di internal legislatif untuk kepentingan masyarakat.

“Pertentangan itu akan merugikan masyarakat, karena pembahasan hingga pengesahan anggaran mengalami keterlambatan,” katanya.

Pemerintahan itu, kata Agung, cuma ada satu yakni pihak eksekutif dan legislatif. Jadi tidak perlu ada pertentangan.

Menurutnya, pelantikan Penjabat Gubernur Kepri ini salah satunya bertujuan untuk menangani permasalahan Ranperda APBD Kepri. Kepri harus memiliki kepala daerah untuk menandatangani berbagai administrasi, termasuk terkait anggaran daerah. Maka, 1 Januari 2016 sudah efektif melaksanakan tugas, termasuk mengawal anggaran daerah ini.

“Pengajuan Ranperda APBD Kepri 2016 terindikasi terlambat. Bahkan penetapan Ranperda APBD Kepri 2016 menjadi perda juga terhambat. Akibat keterlambatan pengesahan anggaran yang dirugikan masyarakat,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.