Peringati Hari Pramuka ke 60, Wujudkan Generasi Bangsa Bebas Narkoba

by -23 views
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad...
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad...

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad berharap peringatan Hari Pramuka ke 60 ditandai dengan semakin aktifnya gerakan Pramuka khususnya di Provinsi Kepri. Salah satunya berkontribusi dalam mewujudkan generasi bangsa yang bebas dari narkoba.

“Peran BNN sebagai lembaga yang menangani penanggulangan narkoba di tanah air juga sangat penting dengan berbagai upaya strategis dalam menggerakkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat,” ujar Gubernur Ansar saat membuka Webinar peringatan Hari Pramuka ke 60 melalui video conference dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (12/8/2021).

Untuk itu Gubernur Ansar mengapresiasi BNNP Kepulauan Riau yang telah menyelenggarakan webinar ini bekerjasama dengan gerakan Pramuka dengan Tema “Bersama Gerakan Pramuka Pelopor Generasi Berbakti, Produktif dan Inovatif Tanpa Narkoba”.

Menurut Gubernur Ansar, persoalan narkotika di Indonesia masih dalam kondisi yang memerlukan perhatian dan kewaspadaan tinggi secara terus-menerus dari seluruh elemen bangsa Indonesia.

“Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN secara periodik setiap 3 tahunnya angka prevalensi narkotika tahun 2011 pada angka 2,23%, tahun 2014 pada angka 2,18% dan tahun 2017 pada angka 1,77% serta pada tahun 2019 pada angka 1,80%,” papar Gubernur Ansar.

Oleh karena itu melalui webinar ini Gubernur Ansar berharap dapat menyatukan pandangan terhadap kondisi penyalahgunaan narkoba yang ada di Indonesia dengan mengkampanyekan pentingnya “Share Fact On Drugs, Save Live” pada seluruh masyarakat.

“Kemudian memberikan informasi kepada peserta webinar mengenai kondisi permasalahan narkoba dan peran gerakan Pramuka untuk mendukung gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Riau,” pungkasnya.

Webinar ini diselenggarakan secara virtual dan dihadiri oleh Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Henry P Simanjuntak, Pengurus Kwarda dan Kwarcab Pramuka Provinsi Kepri, para Pembina Pramuka serta anggota pramuka penegak, penggalang, dan Siaga se Provinsi Kepulauan Riau. (Red/rni)

 

 

Bisnis dan Ekonomi Syariah di Kepri Bakal Berkembang Pesat

 

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Gubernur H. Ansar Ahmad siap mengembangkan potensi bisnis dan pariwisata berbasis syariah dan halal di Kepulauan Riau. Sebagai salah satu daerah strategis tujuan wisnus (wisatawan nusantara) maupun wisman (wisatawan mancanegara), Provinsi Kepulauan Riau adalah satu dari 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional di Tahun 2018 yang mengacu Standar Global Muslim Travel Index (GMTI).

“Pengembangan bisnis dan ekonomi syariah bagi masyarakat yang ada di Kepri merupakan potensi yang harus dikelola dengan baik karena dapat berkontribusi positif bagi pemasukan daerah,” kata Gubernur Ansar saat menjadi pembicara dalam Webinar “Sertifikasi dan Pengembangan Usaha Halal” dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (12/8/2021).

Pada webinar tersebut, Gubernur Ansar menjelaskan upaya pengembangan potensi bisnis syariah di Kepri berlaku tidak hanya bagi pengusaha besar tapi dapat dimulai dari industri rumahan. Hal ini sejalan dengan salah satu program pemerintah terkait dengan “Halal Value Chain” yaitu dengan memastikan produk halal melalui Sertifikasi Halal.

“Sertifikasi halal juga merupakan sertifikat yang memberikan tanda bukti bahwa produk yang diperjualbelikan telah memenuhi syarat,” tutur Gubernur Ansar.

Penguatan “Halal Value Chain” dilakukan melalui pengembangan ekosistem dari berbagai tingkatan usaha syariah, meliputi pesantren, UMKM, dan korporasi dalam suatu rantai hubungan bisnis (business linkage) untuk memperkuat struktur perekonomian yang inklusif.

“Salah satu sektor yang harus diberdayakan adalah sektor UMKM melalui dukungan permodalan atau pembiayaan. Kita dapat menggagas berbagai macam program untuk masyarakat khususnya melalui lini bisnis syariah,” ujar Ansar.

Jika di tahun 2018 Kepri termasuk 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional, maka pada tahun 2019, penguatan destinasi pariwisata halal dilakukan dengan menambah keikutsertaan 6 Kabupaten dan Kota yang terdapat di dalam wilayah 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional, yaitu Kota Tanjungpinang, Kota Pekanbaru, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur.

Webinar “Sertifikasi dan Pengembangan Usaha Halal” ini diinisiasi oleh Bank Indonesia, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera Tahun 2021.

Program ini merupakan upaya nyata Bank Indonesia dalam mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Sertifikasi halal merupakan hal penting dalam mendukung pengembangan halal value chain yang juga merupakan pilar pertama dalam blue print pengembangan eksyar Bank Indonesia.

Turut hadir dalam webinar tersebut Kepala Kantor Koordinator Wilayah Sumatera Bank Indonesia Soekowardojo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Decymus, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Musni Hardi K. Atmaja. (Red/jlu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.