Tanjungpinang, (MetroKepri) — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Sekretariat Perkumpulan Palembang Bersaudara (PPB) di Kilometer 12, Tanjungpinang, Minggu (10/8/2026) malam.
Gelak tawa para peserta dan semangat kebersamaan menjadi warna tersendiri dalam silaturahmi bulanan keluarga besar warga perantauan asal Sumatera Selatan di Pulau Bintan.
Berbeda dari biasanya, pertemuan bulanan kali ini dikemas lebih semarak melalui penyelenggaraan turnamen domino dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Turnamen tersebut menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarwarga perantauan. Jika pada pertemuan rutin sebelumnya kegiatan lebih banyak diisi dengan ceramah agama dan arisan keluarga, momentum bulan kemerdekaan dimanfaatkan panitia untuk menghadirkan hiburan yang mampu memperkuat kebersamaan.
Selain pertandingan domino, panitia juga menyediakan aneka kuliner khas Sumatera Selatan serta ratusan doorprize yang menambah antusiasme para peserta.

Ketua Perkumpulan Palembang Bersaudara (PPB) Provinsi Kepulauan Riau, Hendra Jaya, S.IP, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan warga perantauan.
“Silaturahmi bulanan kali ini kita isi dengan turnamen domino antarsesama warga Sumatera Selatan. Tujuannya bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kemerdekaan,” ujar Hendra Jaya yang juga anggota DPRD Kota Tanjungpinang ini.
Menurutnya, turnamen domino bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media yang efektif untuk membangun keharmonisan di lingkungan komunitas perantau. Melalui interaksi yang hangat, rasa solidaritas dan kebersamaan antaranggota semakin kuat.
Hendra juga mengingatkan seluruh warga perantauan Sumatera Selatan di Kepulauan Riau agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menghormati adat dan budaya lokal.
“Di mana pun warga perantau Sumatera Selatan berada di Provinsi Kepri, tetaplah menjunjung tinggi persaudaraan, menjaga kamtibmas, dan menghormati adat budaya setempat. Sebagaimana pepatah mengatakan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat hubungan antarsesama warga perantauan sekaligus memperkuat kontribusi positif komunitas dalam menjaga kerukunan sosial di Kepulauan Riau.
Melalui perpaduan nilai nasionalisme, kebersamaan, dan penghormatan terhadap budaya lokal, perayaan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara seremonial, tetapi juga melalui upaya menjaga persaudaraan, kerukunan, dan keharmonisan di tanah rantau. (*)
