Terkait Penanganan Covid-19, Lis Angkat Bicara

by -216 views
Anggota DPRD Provinsi Kepri Fraksi PDI Perjuangan Lis Darmansyah SH
Anggota DPRD Provinsi Kepri Fraksi PDI Perjuangan Lis Darmansyah SH
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Bak kata pepatah “Malang tak Dapat Ditolak, Mujur tak Dapat Diraih” yang mengandung makna bahwa dalam menjalani kehidupan ini sering kita dihadapkan pada musibah yang tidak kita duga akan terjadi sebelumnya.

Begitu juga dengan semakin masifnya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di dunia, yang saat ini sudah masuk ke Indonesia bahkan di Provinsi Kepulauan Riau.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), pada tanggal 11 Maret 2020 juga telah menetapkan wabah virus ini sebagai Pandemi Global.

Seiring semakin masifnya penyebaran virus tersebut, beberapa negara kemudian menetapkan status lockdown. Adapun Pemerintah Republik Indonesia, menetapkan Status Darurat Corona di Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 yang kemudian diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020, juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang terdiri mulai dari Kementerian terkait sampai pada level Pemerintah Provinsi.

Dengan penetapan status tersebut, berbagai kebijakan pun telah ditempuh oleh Pemerintah. Diantaranya mulai dari pembatasan kegiatan, pola kerja aparatur pemerintahan sampai pemangkasan kegiatan pada APBN/APBD yang di alokasikan untuk penanganan kasus Corona (COVID 19).

Penyebaran Covid-19 memang belum bisa dibendung karena selain berbentuk virus yang tidak terlihat, juga begitu mudahnya berpindah dari satu benda kebenda lainnya termasuk juga penularannya dari satu orang kepada orang lain.

“Tentu ancaman ini tidak bisa dianggap sepele, sebab tanpa kita sadari siapa saja berpotensi terpapar virus tersebut,’ kata Anggota DPRD Provinsi Kepri Lis Darmansyah kepada awak media ini, Selasa (24/03/2020) siang di Tanjungpinang.

“Oleh sebab itu, tentu kita sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemerintah untuk sedini mungkin melakukan langkah langkah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Lis memaparkan, untuk di Provinsi Kepri, berdasarkan data terupdate 23 Maret 2020, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 54 kasus, Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat menjadi 621. Dan, yang dinyatakan positif juga meningkat yang sebelumnya 4 menjadi 5 orang.

“Adapun angka tertinggi ada di Batam berjumlah 3 orang, dimana 1 orang diantaranya sudah meninggal dunia. Sementara 2 orang lainnya, 1 orang sedang dirawat di Rumah Sakit Tanjungpinang dan 1 nya lagi berada di Kabupaten Karimun,” sebutnya.

Sebagaimana dikatakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri Dr H.Muhammad Soerya Respationo SH.,MH. melalui intruksi DPP PDI Perjuangan kepada seluruh jajaran pengurus dan simpatisan PDI Perjuangan di Provinsi Kepri untuk bersama sama secara gotong royong dalam menghadapi musuh bersama yaitu Covid-19 ini.

Begitu juga Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengintruksikan agar semua pihak lebih proaktif dalam penanganan penyebaran Covid-19 ini.

Baik melalui sosialisasi hidup sehat, bakti sosial, ikut membantu ketersediaan masker, disinfektan, hand sanitizer, pembagian sembako, penyediaan minuman minuman jahe, kunyit dan rempah rempah lainnya serta program lainnya yang dipandang efektif dalam upaya pencegahan virus Corona.

Lanjut Lis, Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kepri juga diminta untuk melakukan pembahasan bersama Pemerintah Daerah (Pemda), agar dilakukan realokasi anggaran dari APBD untuk penanggulangan dan penanganan Covid-19.

“Hal ini sebagai tindak lanjut atas Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2436/SJ tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Pemda,” ungkapnya.

Kemudian, dengan tegas Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kepri, meminta kepada Pemerintah Provinsi Kepri agar anggaran yang nantinya di realokasikan dari APBD benar benar dipergunakan secara tepat guna dan tepat sasaran. Dimana situasi dan kondisi saat ini, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam mengahadapi virus corona di Provinsi Kepri kekurangan akan Alat Pelindung Diri (APD).

“Hal ini tentu harus menjadi prioritas utama, sebab virus ini juga telah memakan korban dari kalangan tenaga medis yang menangani kasus Corona,” ujar Lis.

Menurut Lis, selain untuk sarana prasarana medis di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) ataupun rumah sakit lainnya yang ada di Kepri, Pemerintah Provinsi Kepri juga hendaknya harus memikirkan bagaimana solusi lainnya agar bisa ditempu seefektif mungkin.

“Patut kita syukuri bahwa wilayah kita  merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari pulau pulau, sehingga lebih mudah mengantisipasi penyebaran antara satu wilayah dengan wilayah lainnya melalui pengawasan secara ketat pada pintu pintu masuk seperti Bandara dan Pelabuhan,” katanya.

Lis kembali menegaskan, salah satu solusi adalah melalui Sterilization Chamber atau Bilik Pembersihan Virus atau Kuman yang menempel pada pakaian atau tubuh manusia maupun pada permukaan benda.

Alat ini, kata Lis, bisa dipasang disetiap titik titik pintu masuk baik di Kota Tanjungpinang maupun kabupaten kota lainnya yang ada di Provinsi Kepri, baik di bandara maupun di pelabuhan.

“Dengan demikian, maka setiap lalu lintas orang dan barang yang akan masuk maupun keluar dapat dipastikan bersih dari Virus Corona maupun virus ataupun kuman lainnya. Bahkan alat ini bisa dipergunakan jangka panjang, bukan hanya pada masa seperti saat ini dimana merebaknya Covid-19,” paparnya.

“Mari kita sama sama perangi Covid-19 ini agar warga masyarakat Provinsi Kepri terhindar dari penularannya. Amiinn,” pungkas Lis. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.