Tindaklanjuti Aduan Warga, DPRD Batam Gelar RDP Bersama PT Macopolo Shipyard

by -53 views
Suasana RDP Komisi III DPRD Kota Batam Bersama PT Marcopolo Shipyard
Suasana RDP Komisi III DPRD Kota Batam Bersama PT Marcopolo Shipyard
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – Komisi lll DPRD Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama managemen PT Macopolo Shipyard, Selasa (9/3/2021).

RDP yang digelar di ruang rapat Komisi lll tersebut menindaklanjuti pengaduan warga terkait limbah minyak (oil water) dari reparasi kapal di deck Shipyard PT Marcopolo Shipyard yang diduga mengotori laut sekitar pemukiman masyarakat di Pulau Labu dan Pulau Air, Kelurahan Batu Legong Kecamatan Bulang Kota Batam.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi lll DPRD Kota batam, Werton Panggabean didampingi Anggota Komisi lll dan turut dihadiri oleh managemen Marcopolo Shipyard, Pimpinan PT Lintas Nusantara Pasifik, Camat Bulang, Lurah Batu Legong, Ketua RT/RW Pulau Air dan Pulau Labu, serta perwakilan warga.

“Jadi pertama, seperti kita ketahui bersama bahwa permasalahan ini dan saya sebagai Ketua Tim 6 mewakili masyarakat Pulau Labu dan Pulau Air. Permasalahan ini kan kita sudah ketahui bahwa perjalanannya sudah satu bulan lebih. Jadi pertama kami sebagai masyarakat sudah mengikuti aturan – aturan, baik itu secara pemerintahan, secara musyawarah dan itu sudah kita lakukan semuanya,” papar Ketua Tim 6 masyarakat Pulau Labu, Ahmad saat diwawancarai media ini.

Dia mengutarakan dari awal kejadian pihaknya langsung menemuai pihak agen. Akan tetapi setelah menunggu, namun tidak ada titik temunya dari pihak perusahaan yaitu pihak PT Marcopolo.

“Akhirnya kami mengambil suatu tindakan lagi setelah itu. Karena tidak ada tanggapannya, baru kami membuat laporan ke DLH. Jadi setelah kami ke DLH sekalian juga kami langsung membuat laporan ke Komisi lll ini untuk rapat RDP, pertama itu,” ujarnya.

Masih kata dia, dari hasil RDP pertama seperti yang didengar bersama tadi bahwa kapal tidak boleh bergerak atau melakukan aktivitas sebelum permasalahannya selesai dengan masyarakat Pulau Labu dan Pulau Air, itu pertama,” ucapnya.

Akan tetapi, setelah berjalannya waktu tidak ada tindaklanjut dari pihak PT Marcopolo. Artinya, sebagai masyarakat melalui Tim 6 ini ia akan menunggu dari hasil RDP pertama tersebut.

“Apasih pendapat dari pihak Marcopolo atau dari pihak agennya. Akan tetapi sampai saat ini seperti yang saya jelaskan tadi bahwa tidak ada sama sekali tanggapannya. Makanya kami ambil lagi satu tindakan itu melalui rapat RDP kedua ini,” katanya. (*)

Penulis : Rosjihan Halid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.