Air Pancur Motif Bunga Kolak Akan Dibangun di Kijang

by -303 views
by

Bintan, (MK) – Penataan Taman Kota dengan piranti berupa air mancur yang bisa ‘menari-nari’ di Sungai Taman Kota Kijang, berpotensi sebagai ‘magnet’ pariwisata baru di Kabupaten Bintan, khususnya di Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Bupati Bintan H. Apri Sujadi S.Sos menyampaikan bahwa fokus pembangunan yang akan menjadi daya tarik wisata ini juga dibuat dengan konsep sejarah, dimana pada tahun 1924 silam lokasi ini amat populer dengan nama “Sungai Kolak”, mengacu pada histori atas banyaknya bunga kolak yang bisa ditemukan disepanjang sungai tersebut.

Selain itu, beberapa bangunan serta pedestarian yang disiapkan bagi pejalan kaki juga akan dibuat dengan tiang – tiang seni ornamen pucuk rebung bergaya khas arsitektur seni Melayu.

“Analogi bentuk Bunga Kolak yang menjadi histori, akan kita tampilkan ditengah – tengah kolam dalam bentuk air pancur. Ini akan menjadi trend lokasi spot pariwisata baru, dimana kita harapkan masyarakat yang berjualan disepanjang lokasi tersebut juga akan menerima manfaat atas ramainya pengunjung yang datang kesana,” papar Apri, Minggu (28/1/2018).

Apri mengutarakan, landscape penataan taman dibuat dengan ramah lingkungan bagi pejalan kaki. Beberapa pepohonan rimbun tetap dipertahankan, ditambah beberapa lokasi duduk tempat peristirahatan.

“Designnya ramah bagi lingkungan untuk para pejalan kaki di waktu pagi dan sore hari. Apalagi disana ada Pohon Sakura, tentunya akan menarik bila duduk menikmati senja dengan bunga sakura bermekaran dan air pancur yang menari – nari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Permukiman Kabupaten Bintan Herry Wahyu melalui Kabid Perumahan Bayu Wicaksono mengatakan design air pancur motif bunga kolak yang ditampilkan ditengah – tengah sungai nantinya terdiri atas 5 hingga 6 lingkaran dengan bentuk sedang, besar dan kecil.

“Nantinya ada 5 hingga 6 lingkaran, dibentuk dalam 3 spot. Masing – masing berdiameter 5 meter, 7,5 meter dan paling besar itu 10 meter dengan jarak nozzle 1 meter hingga 1,20 meter. Kemudian panjang rentang hingga 65 meter dengan tinggi air pancuran bisa mencapai 6 hingga 10 meter serta bila dibantu dengan mesin high jet, tingginya akan mampu mencapai 12 meter lebih,” ucapnya.

Masih kata dia, konsep air pancur ini rencananya akan mulai diwujudkan di tahun 2018 ini, dengan anggaran berkisar Rp13 miliar. Selain itu, guna menambah semarak dan daya tarik wisata, rencananya dilokasi ini juga akan digunakan untuk berbagai kegiatan pertunjukan seni diakhir pekan.

“Selama ini, turis dan wisatawan lokal hanya mengunjungi area wisata seperti Trikora dan Lagoi. Perputaran uang hanya berputar di kedua wilayah tersebut. Nah, kita mencoba memberikan sentuhan spot wisata baru, dimana wisatawan bisa berkunjung kesini dan masyarakatpun bisa ikut langsung menjajakan serta menawarkan berbagai aneka kuliner – kuliner khas Kabupaten Bintan,” katanya.

Dia mengemukakan, konsep penataan areal Taman Kolam Kijang ini terlihat sangat “dinamis” dimana layout taman – taman menggunakan bidang – bidang lengkung sebagai analogi garis pantai dipadu dengan analogi bunga kolak.

Sedangkan, konsep sisi kanan kiri juga dipenuhi rimbunan rumput dan pepohonan asri. Atap – atap pedestarian juga memakai konsep bentuk perahu – perahu nelayan dengan tiang sanggahan ornamen pucuk rebung sebagai salah satu perwujudan kearifan lokal dan budaya Melayu.

“Disebelah barat sisi kolam, nantinya juga akan berdiri sebuah bangunan rumah kontrol dengan konsep persilangan arsitektur bergaya kontemporer Melayu kolonial, dengan struktur bahan material baja dan dinding bata sebagai selubung,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.