
“Tetapi, karena keterbatasan alat pekerjaan perbaikan jalan tersebut tertunda untuk sementara waktu sampai alat kita dapat digunakan,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Tanjungpinang Zulkhairi kepada awak media ini Sabtu (22/12/2018) di lokasi.
“Teknis kerjanya nanti, drum itu disusun dipinggir jalan yang tanahnya sudah tergerus air lalu ditimbun agar tidak terjadi erosi kembali. Setelah itu baru kita lakukan pekerjaan pelebaran jalan dan drainase,” terangnya.
Tambah Dia, untuk akses dalam kampung nantinya pihak PUPR sudah merencanakan pelebaran jalan dengan lebar 4 meter dengan panjang 1550 meter.
“Pelebaran jalan itu akan dilaksanakan tahun 2019 menggunakan anggaran DAK melalui sumber dana APBN 2019. Dan, bukan hanya jalan yang akan kita lebarkan, drainase pun akan kita buat untuk masyarakat Kampung Tanjung Lanjut,” paparnya.
Untuk itu, Zulkhairi berharap kepada masyarakat Kampung Tanjung Lanjut untuk bersabar sampai tahun 2019 yang sebentar lagi masuk dengan anggaran yang baru.
“Tapi, untuk jalan yang saat ini sudah tergerus atau longsor, segera kita perbaiki dengan menggunakan alat yang sudah kita sediakan sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, untuk pekerjaan yang saat ini urgen menurut warga Kampung Tanjung Lanjut, segera dilaksanakan. Dan, di lokasi tampak tersusun sebanyak 30 drum bekas untuk mengatasi hal tersebut. (*)
