
Natuna, (MK) – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0318 Natuna, Letkol Inf Ucu Yustiana mengundang putra dan putri daerah Natuna mengabdi kepada Ibu Pertiwi serta menjadi prajurit TNI AD.
“Pada akhir Juli 2017 akan dibuka sekolah calon Tamtama TNI AD, silahkan mendaftar ke kantor Kodim dan Koramil,” papar Letkol Ucu dalam kegiatan rangkaian HUT TNI ke 72 di Aula Kodim 0318 Natuna, Rabu (19/7/2017).
Dalam rangkaian HUT TNI ke 72 ini juga digelar latihan tembak dan penyerahkan hasil pemenang dalam ajang MTQ, MHQ dan paduan suara. Diacara ini, Kodim 0318 Natuna mengangkat tema “Melalui komunikasi sosial dengan aparat pemerintah, kita pelihara sinergitas guna membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berlandaskan wawasan kebangsaan dalam rangka menwujudkan Kesatuan dan Persatuan Bangsa”.
Dalam sambutannya, Dandim 0318 Natuna Letkol Ucu Yustiana menyampaikan, tugas pokok TNI AD terbagi dua yakni pertempuran teritorial dan pembinaan teritorial.
“Kini pertempuran teritorial sudah tidak berdampak signifikan, namun serangan melalui aspek ideology negara dan masuknya pemberitaan propaganda berdampak adanya unsur memecah bela masyarakat Indonesia,” ujar Letkol Ucu.
Letkol Ucu juga menambahkan sesuai arahan dari Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo tentang bahaya “Proxy War” (Ancaman Teroris) di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Untuk teroris, tidak ada di wilayah Natuna, namun di Batam sudah terdapat teroris,” ucapnya.
Maka, masih kata Dandim, masyarakat harus tahu bahayanya. Kini para teroris menyebar lewat jaringan komunikasi seperti internet.
“Kini tidak mesti jumpa langsung dengan teroris, sekarang para teroris menyampaikan dengan cara internet melalui facebook atau fasilitas lainnya,” kata Letkol Ucu.
Dandim mengemukakan, kini media sosial dijadikan sebuah alat untuk menjauhkan kita dari sosial. Banyaknya penjualan serba on line, seperti transportasi dan banyak pemberitaan ‘Hoax’ dikalangan sosial media.
“Seperti waktu lalu, ada berita pergantian PANGKOSTRAD. Di media sosial sudah banyak beredar adanya pergantian, namun hal itu tidak benar sehingga Kapuspen Pusat memberikan klarifikasi bahwa tidak ada pergantian PANGKOSTRAD,” imbuhnya.
Dandim juga mengutarakan, tidak hanya melalui fasilitas jaringan komunikasi internet, ancaman lainnya seperti narkoba. Kalau dulu hanya sabu, morfin, dan ganja. Namun sekarang sudah banyak dipergunakan bahan tersebut berupa cairan.
“Tembakau rokok pun sudah bisa dicampur, dimana didalamnya sudah ada zat cair mengandung narkoba. Pada akhirnya merusak kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Akan hal itu, Dandim juga melakukan pembersihan internal di tubuh Kodim 0318 Natuna. Prajurit – prajurit yang terlibat narkoba akan secara langsung ditindak.
“Sudah ada 4 sampai 5 orang yang dipecat. Kalau ada anggota Kodim terlibat dijaringan narkoba tolong beritahu kami agar diberikan tindakan dan sanksi,” ujarnya.
Dikesempatan itu, Dandim menawarkan bantuan kepada masyarakat atau organisasi di wilayah Natuna. Apabila membutuhkan bantuan Kodim, dipersilakan langsung datang.
“Jangan segan – segan untuk meminta bantuan, kita ada Sea Rider dan juga tenaga berupa personil anggota Kodim 0318 Natuna,” ucapnya. (KALIT)
