Tanjungpinang, (MK) – Latihan pengamanan pejabat negara Very Very Important Person (VVIP) Koarmabar tahun 2016 yang dilaksanakan di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam memasuki hari kelima, mulai gladi parsial dalam rangka peninjauan latihan oleh Waasop Panglima TNI.
Beberapa materi yang dilaksanakan, antara lain prosedur penyelamatan dan escape VVIP di pelabuhan. Prosedur pengamanan di pelabuhan dan pesisir pantai, prosedur evakuasi medis di pelabuhan dengan melibatkan seluruh komponen peserta latihan sesuai bidang tugas masing – masing.
Latihan yang diselenggarakan kali ini berlangsung sejak 14 hingga 21 Juli 2016 mendatang tergolong berat. Karena setiap aparat harus mematuhi perintah sekecil apapun agar mengedepankan zero accident.
Peserta latihan tersebut terdiri dari para pelaku dan peninjau latihan dari Lantamal IV, Lanal Batam, KRI, Polair Polda Kepri, Paspampres, Kolat Armabar, Yonif 10 Marinir Setoko, Bakamla, KPLP.
Melalui press release Dispenal Lantamal IV, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan S.E menyebutkan, dalam waktu dekat ada beberapa kegiatan yang berskala internasional yang melibatkan pejabat – pejabat tinggi negara lain. Oleh karena itu, kesiapan dan penyelenggaraan antisipasi berbagai kemungkinan serta ancaman harus benar – benar disiapkan.
“Selain itu kondisi geografis Negara Indonesia yang dua pertiganya adalah lautan, maka harus benar – benar diwaspadai datangnya celah – celah ancaman menggunakan jalur lautan,” ucap Irawan, Senin (18/7).
Untuk itu, kata Danlantamal IV, latihan manuver lapangan dalam rangka latihan operasi pengamanan VVIP yang diselenggarakan di Batam ini akan memiliki makna yang sangat penting.
“Disatusisi, latihan ini merupakan sarana untuk menguji keterampilan dan meningkatkan profesionalisme prajurit dan disisi lain sebagai syarat bahwa TNI Angkatan Laut dan khususnya Lantamal IV memiliki tanggungjawab dan kesiapan tinggi dalam melaksanakan tugas yang diembannya,” kata Irawan. (Red)
