Danlantamal IV: Terus Pertahankan Keamanan Selat Malaka

by -350 views
by
Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel (P) S. Irawan saat menyambut Tim Menhan RI
Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel (P) S. Irawan saat menyambut Tim Menhan RI

Tanjungpinang, (MK) – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV, Kolonel (P) S. Irawan beserta staf menerima kunjungan lima orang tim Strahan Kemenhan RI yang dipimpin langsung oleh Kapuslibang Strahan Kemenhan RI, Laksamana Pertama TNI Sudarsono di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Rabu (10/2).

Kunjungan tersebut untuk menghimpun data permasalahan menyangkut pengamanan Selat Malaka yang dilakukan Western Fleet Quick Response (WFQR) oleh Lantamal IV dan Koarmabar dalam menumpas segala tindak kejahatan dilaut yang saat ini banyak mendapat apresiasi dari negara – negara tetangga bahkan dunia internasional.

“Ada grand design (desain besar) agar perairan ini tidak aman. Kejahatan di Selat Malaka karena by design. Bisa karena persaingan bisnis dan untuk mendapatkan asuransi,” ujar Danlantamal IV, Kolonel (P) S. Irawan.

Biasanya, kata Danlantamal IV, kapal – kapal yang melintas di Selat Malaka membuat laporan palsu dengan menyatakan bahwa kapalnya telah mengalami perompakan. Namun, setelah dilakukan investigasi, ternyata perompakan dilakukan oleh pihak – pihak yang masih erat kaitannya dengan kapal tersebut untuk mendapatkan klaim asuransi dan ini sindikat yang akan terus ditumpas.

“Hal ini terungkap, berdasarkan orang – orang yang berhasil kita tangkap. Ada mastermind yang sudah kita tangkap. Ada yang di Batam yang sudah kita proses,” katanya.

Sementara itu, keterlibatan yang lain atau warga negara asing sudah dikoordinasikan dengan negara yang bersangkutan karena itu bukan wilayah Indonesia.

Kemudian, sejak digelar operasi pengamanan di Selat Malaka sebagai tindak lanjut dari Western Fleet Quick Response (WFQR), Danlantamal menjelaskan, jumlah kasus perompakan di Selat Malaka menurun drastic.

“Berhasil kita tekan hingga nol, sehingga predikat perairan Indonesia, khususnya Selat Malaka yang dipersepsikan sebagai the most dangerous waters yaitu perairan yang tidak aman dan berbahaya, dapat ditekan seminimal mungkin,” papar Danlantamal.

Irawan mengaku, bahwa ada juga tindakan kriminal yang berhasil ditangkap jajarannya seperti pencurian besi tua di kapal, namun itu kategori kriminal ringan. Karena mereka tidak ada pekerjaan dan mereka turun ke laut untuk melakukan seperti itu.

“Namun bukan berati kita biarkan, tetap kita tindak. Saat ini, kita menurunkan personel kita untuk masuk ketempat – tempat pemukiman nelayan yang terindikasi pelaku kriminal di laut untuk memberikan pemahaman agar mereka tidak lagi melakukan kegiatan illegal. Kita beri pengertian kepada mereka dan ini tugas kita semua memberikan pengertian dan pemahaman,” ucapnya(Red/ Dispen Lantamal IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.