Dapat SP Penggusuran, Puluhan Warga Ngadu ke DPRD Batam

by -283 views
Puluhan Warga Suka Damai Saat Rapat Dengar Pendapat Dengan Anggota Komisi I DPRD Kota Batam. Foto JIHAN
Puluhan Warga Suka Damai Saat Rapat Dengar Pendapat Dengan Anggota Komisi I DPRD Kota Batam. Foto JIHAN

Batam, (MetroKepri) – Puluhan warga Kampung Suka Damai Kelurahan Tanjung Piayu Kecamatan Sungai Beduk mengadu ke DPRD Kota Batam.

Akan hal itu, Komisi I DPRD Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama puluhan warga Kampung Suka Damai, Senin (23/07/2018).

RDP yang dipimpin oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Yudi Kurnai didampingi oleh Fauzan tersebut membahas terkait masalah lahan warga yang ada di daerah Suka Damai.

“Sayapun tidak tahu dari mulai awalnya, dan awalnya ada warga datang ke rumah saya sambil menangis dan kebetulan dia (warga) itu mualaf. Jadi, dia bilang merasa terganggu dengan datangnya surat peringatan (SP 1) sama SP 2 dari Satuan Polisi Pamong Praja. Habis itu, ada juga dari Anggota Kapolsek dan juga Pak Lurah, dan Pak Camat,” papar salah seorang perwakilan warga Suka Damai, Neli saat diwawancarai oleh awak media di Gedung DPRD Kota Batam.

Neli yang juga Anggota Pemuda Tempatan (Perpat) Kota Batam ini pernah menanyakan apa permasalahannya. Karena, dirinya belum tahu permasalahan yang sebenarnya.

“Makanya saya bertanya, sementara orang – orang itu ada yang menangis juga. Padahal kami dulu waktu bangun rumah disini karena disuruh oleh Pak Karjono dan Pak Joni Sitourus,” ujarnya.

Masih kata dia, dulu sebelum warga membangun rumah di Suka Damai, mereka tinggal di Dam Duriangkang dan ada kebun seluas enam belas hektare.

“Setelah itu kebun saya digusur, lalu kami dipindahkan ke Kampung Suka Damai ini. Sebelum kami pindah dari Dam Duriangkang, dulu kami juga ada rumah satu keluarga disitu, dan sebelum kami digusur kami sempat juga dijanjikan Kavling Siap Bangun (KSB) satu keluarga besar kami. Jadi setelah kami pindah kesini, kenapa kok tiba – tiba datang surat peringatan bahwa lahan yang kami tempati ini akan mau digusur lagi. Makanya itu kami sampai sekarang tidak merasa tenang apa sebenarnya maksudnya itu. Kami sama sekali tidak mengerti,” katanya. (JIHAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.