Batam, (MetroKepri) – Puluhan sopir angkot dari Koperasi Korona menggelar aksi unjukrasa dan mendatangi Kantor PT Korona Trans, di Komplek Pasar Top One Punggur Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa, Rabu (26/02/2020).
Aksi unjukrasa yang digelar oleh pihak Koperasi Korona tersebut guna menuntut ijin trayek yang selama ini digunakan oleh pihak PT Korona Trans.
“Iya, dalam aksi demo damai yang kita lakukan hari ini guna menuntut pihak Direktur PT Korona Trans Punggur. Karena, selama ini mereka diduga telah merampas hak koperasi milik kami,” papar Penasehat Koperasi Korona, Tenker Manurung saat diwawancarai media di Punggur.
Masih kata dia, selama ini pihak PT Korona Trans tidak pernah kordinasi dengan pihaknya, baik itu dari segi silaturahmi.
“Adapun silaturahmi, namun tidak ada titik terangnya sehingga terjadilah aksi demo kami lakukan. Jadi kalau begini sama saja mereka telah merampas hak kami,” ujarnya.

Tuntutan pihak Koperasi Korona dalam aksi tersebut yakni sehubungan dengan ketidak harmonisan antara Koperasi Roda Niaga Korona dan PT Korona Trans Punggur yang telah melanggar aturan koperasi bertindak sepihak dan merugikan Korona.
“Kami dari pihak Koperasi Korona mengdakan aksi damai ini pada Rabu 26 Febrwari 2020 ini untuk menuntut beberapa hal yang harus dipenuhi,” ucapnya.
Satu kata dia, kembalikan ijin trayek Punggur Jodoh milik Koperasi Roda Niaga. Dua harus dibayarkan 15 persen dana kepada Korona. Tiga armada yang beroprasi hanya empat unit empat jam operasional dari pukul 06.00 – 14.00 WIB. Lima jurusan trans Punggur melalui Batam Center.
“Jadi kami melakukan aksi damai ini agar tuntutan kami dapat dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait dan bisa memenuhi tuntutan kami. Dibalik aksi damai ini kami lakukan demi keluarga yang ada dirumah yaitu anak isteri kami,” katanya.
Sementara itu, Direkatur Utama PT Trans Korona, Aritonang belum bersedia berkomentar terkait hal tersebut dan ia mengaku sedang rapat.
“Maaf pak, saya lagi rapat, terimakasih,” ucapnya singkat melalui pesan whastsApp selulernya. (*)
Penulis : Rosjihan Halid
Editor : Alpian Tanjung
