Dikabarkan Terima Uang Rp75 Juta, GMPL Datangi Kantor BKAD Kepri

by -31 views
Sejumlah Pengurus GMPL Saat Mendatangi Kantor BKAD Kepri
Sejumlah Pengurus GMPL Saat Mendatangi Kantor BKAD Kepri
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Sekitar 10 orang pengurus Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) mendatangi kantor BKAD Kepri secara mendadak.

Kedatangan LSM yang dikenal dengan gerakannya yang banyak membantu masyarakat itu, karena mereka merasa difitnah telah menerima uang Rp75 juta dari dana bantuan sosial Pemprov Kepri tahun 2020 lalu. Padahal, uang itu tidak pernah sampai ditangan mereka.

“Ada beberapa masyarakat yang bertanya kepada kami perihal uang Rp75 juta bansos dari Pemprov Kepri. Padahal kami tidak pernah menerima yang dimaksud. Makanya kami kesini agar permasalahan ini jelas,” papar Ketua GMPL, Heriyanto, Jumat (26/3/2021).

Heri mengutarakan salah satu pengurus GMPL mengaku memang pernah mengajukan proposal pada tahun 2019 lalu. Namun ia menolak, lantaran ada beberapa oknum datang ke rumah dan bertanya “Boleh tidak kami ajukan bansos untuk GMPL Rp 75 juta. Tapi GMPL hanya dapat Rp5 juta”.

“Proposal saya dengar, pernah dimasukkan ke Pemprov oleh satu pengurus, namun usai itu ada yang datang ke rumah dan meminta agar GMPL cukup menerima Rp5 juta. Kan jelas itu tidak mungkin, lantaran saya anggap korupsi,” ujarnya.

Dengan sempat masuknya prosposal ke Pemprov Kepri itu yang belakangan membuat ia dan pengurus GMPL lain mencurigai ada oknum yang sengaja memanfaatkan nama GMPL. Sebab, bisa saja proposal yang diajukan itu dirubah nama ketua hingga domisilinya.

“Jadi begini, nama penerima didaftar bansos itu kan GMPL dengan singkatan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan. Kalau singkatan sama mungkin bisa saja kebetulan, tapi ini kepanjangan dari GMPL itu sama. Jadi sudah sewajarnya kami curiga ada permainan dari oknum oknum yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.

Kecurigaan pihaknya bukan tanpa alasan, sebab kata dia, saat dirinya mendatangi BKAD dan Kesbangpol Kepri, kedua instansi tersebut sempat saling lempar. Saat itu, Kesbangpol mengaku tidak tahu dan justru heran kenapa tiba-tiba BKAD keluarkan dana tanpa rekom dari Kesbang. Sementara, pihak BKAD menyatakan mengeluarkan dana berdasarkan rekom dari Kesbangpol.

Kemudian saat ditanya arsip penerima dari bansos itu, BKAD terkesan berbelit. Untuk itu, ia dan pengurus lainnya langsung datang ramai-ramai dengan harapan BKAD bersedia memberikan arsip dari penerima bansos tersebut.

“Kami tidak suka yang namanya demo-demo. Tapi kalau masalah ini terus berlarut, kami akan menurunkan 100 orang anggota GMPL untuk demo. Kalau memang maunya mereka (pemerintah) demo,” paparnya.

Kemudian, kata dia, dari daftar penerima bansos itu ada yang bentuknya kepanitiaan. Emang yakin mereka punya domisili pasti dan legalitas kepanitiaan? Jadi ini harus diusut tuntas semuanya.

“Kami memang sudah komitmen untuk tidak melakukan aksi. Tapi kalau uang negara dipermainkan, didiamkan saat ada indikasi kecurangan, kami akan aksi. Karena kami peduli lingkungan kami. Lingkungan itu, ya termasuk juga lingkungan pemerintah,” ucapnya.

Masih kata Heri, pihaknya juga meminta agar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mempertanyakan BKAD dan Kesbangpol perihal dana bansos itu. Sebab dengan munculnya nama GMPL, ada dugaan proposal fiktif.

Sementara itu, usai dari Kantor BKAD, pengurus GMPL menuju Kantor Gubernur Kepri dan menitip surat agar Gubernur Ansar Ahmad bersedia melakukan audiensi. (Red/Leo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.