Tanjungpinang, (MK) – Perairan Pulau Sekanak Raya Belakang Padang, Batam sering dilintasi oleh kapal Ferry dari Batam menuju Dumai. Sehingga, sejumlah tambak ikan dan rumah warga di pulau tersebut dihantam gelombang yang berasal dari kapal.
Akan hal itu, warga dan nelayan di pulau tersebut mengalami kerugian besar. Apabila tidak ada tindak tegas dari pihak Syahbandar atau instansi terkait, maka warga mengancam akan melakukan aksi dengan menghadang Ferry di laut.
Informasi yang dihimpun dari salah seorang warga Sekanak Raya, semenjak kapal ferry dari Sekupang ke Dumai melintas di perairan Sekanak Raya, warga mengalami kerugian Rp20 juta hingga Rp30 juta, karena ada tujuh tambak nelayan rusak akibat dihantam gelombang ferry.
Tak hanya itu, pantai di pulau tersebut menjadi abrasi akibat dari terjangan ombak kapal yang besar dan rumah warga yang berada di tepi pantai juga roboh.
“Kemarin ada satu rumah yang dapurnya roboh dihantam gelombang ferri. Namun sekarang dapur rumah tersebut sudah diperbaiki. Boat nelayan juga menjadi rusak,” papar Fuad kepada MetroKepri.com, Rabu (20/7).
Selain itu, warga Sekanak Raya yang 80 persennya merupakan nelayan ini juga mengalami penurunan pendapatan yang drastis. Biasanya, setiap hari selalu dapat ikan, namun semenjak dilintasi ferry nelayan yang melaut tidak mendapatkan hasil.
“Gelombang kapal ferry yang lalu begitu kuat, sehingga nelayan kesulitan mendapat ikan. Ditambah lagi dengan arus laut yang kuat sehingga boat nelayan hanyut jauh,” ucapnya.
Akan hal itu, warga berharap, agar kapal ferry tidak lagi melewati perairan Sekanak Raya, karena berdampak buruk terhadap warga khususnya bagi para nelayan.
“Apabila tidak ada tindak tegas dari Syahbandar, maka warga mengancam akan melakukan aksi menghadang feri di laut,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)
