Tanjungpinang, (MK) – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Rumpun Mahasiswa (Rumah) Melayu Bersatu dan Gema Lingga, meminta DPRD Kepri untuk mencegah nama – nama calon Wakil Gubernur (Wagub) bermasalah diloloskan dalam usulan DPRD.
“Kami minta agar Ketua DPRD Kepri memerintahkan partai untuk tidak mengusulkan cawagub bermasalah,” papar Ketua Rumah Melayu, Firman saat melakukan orasinya di halaman kantor DPRD Kepri, Senin (3/10).
Jika terus dipaksakan, kata dia, mereka khawatir calon Wagub tersebut bekerja tidak maksimal.
Tak hanya menolak Sawagub bermasalah, Ketua Gema Lingga, Zul meminta agar untuk mengisi posisi Wagub hendaklah putera daerah. Sebab, putera daerahlah yang mengetahui kondisi dan kearifan lokal dari masyarakat Melayu.
“Kami meminta agar partai pengusung dalam mengusulkan nama calon Wagub harus memprioritaskan putera daerah,” ujar Zul.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menerima usulan dan aspirasi mahasiswa.
“Kami di DPRD ini perpanjangan tangan dari partai. Saya tidak bisa mengarahkan apalagi memerintahkan partai,” ucap Jumaga.
Jika mahasiswa melihat ada beberapa Cawagub yang bermasalah, Jumaga menyarankan untuk melampirkan bukti pendukung tudingan tersebut ke Partai Pengusungnya.
“Jadi adek – adek mahasiswa, kalau memang ada calon yang bermasalah, lampirkan buktinya. Agar tidak menjadi fitnah kepada calon tersebut,” kata Jumaga.
Terkait calon yang harus putera daerah, Jumaga mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat membicarakan hal tersebut. Karena yang dibutuhkan Kepri untuk membangun adalah kontribusi dan kemampuan.
“Saya Ketua DPRD Kepri, warga negara Indonesia. Saya minta, yang harus dikedepankan saat ini adalah siapa yang bisa membangun negeri ini, yang bisa memberikan kontribusi,” ucapnya.
Ia mencontohkan dirinya. Meski bukan putera daerah, namun ia dan enam rekannyalah yang berjuang mati – matiian menggolkan usulan berdirinya Provinsi Kepri saat itu.
“Saya mencintai negeri ini, tanah Melayu ini. Dan saya berjanji untuk membangun negeri ini. Jadi sekarang, bukan saatnya lagi kita bicara seperti itu,” katanya.
Usai berdiskusi, belasan mahasiswa tersebut meninggalkan gedung DPRD Kepri dengan tertib. Pada pertemuan itu turut hadir Setwan DPRD Kepri, Hamidi. (Red)
