Guntur: Sosialisasikan Pariwisata Cukup Menyebutkan Nama Kepri

by -258 views
by
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur

Tanjungpinang, (MK) – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti menyebutkan, untuk mempromosikan pariwisata Kepulauan Riau dukup dengan menyebutkan dengan nama Kepri.

“Kita juga menyampaikan kepada tim dari konsultan Kementerian Pariwisata yang melakukan penelitian potensi pariwisata di Kepulauan Riau baru – baru ini,” ucap Guntur, Senin (30/5).

Selain itu, dia juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Kepri agar untuk menyosialisasikan sektor wisata tidak menggunakan nama Kepulauan Riau. “Cukup Kepri,” ujarnya.

Dia mengemukakan dalam urusan pemerintahan nama Kepulauan Riau memang harus ditonjolkan sesuai UU Nomor 25/ 2002 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau. Namun untuk mempromosikan objek wisata sebaiknya menggunakan nama Kepri.

“Saya mempromosikan objek wisata, tidak menggunakan nama Kepulauan Riau, melainkan cukup Kepri,” paparnya.

Menurut dia, penyebutan nama Kepulauan Riau menguntungkan Riau, karena masyarakat secara umum belum mengenal wilayah yang berbatasan dengan provinsi yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

“Dari aspek pariwisata, penyebutan nama Kepulauan Riau menguntungkan Riau. Kami mati – matian menyosialisasikan Kepulauan Riau, tetapi Riau yang dapat nama,” ucapnya.

Dia mengemukakan, masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa, Jakarta, Sulawesi hingga Papua cenderung lebih mengenal Riau dibanding Kepulauan Riau. Padahal Kepulauan Riau sejak tahun 2002 sudah dimekarkan dari Riau.

“Namun nama Kepulauan Riau masih identik dengan Riau, karena menggunakan kata ‘Riau’,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat Indonesia lebih mengenal Batam dibanding Kepulauan Riau yang biasa disingkat Kepri. Bahkan Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Kepri kurang populer dibanding Batam.

“Ini permasalahan serius di sektor pariwisata,” katanya.

Sementara, Wakil Rektor II Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Hery Suryadi mengatakan strategi Dinas Pariwisata Kepri dalam menyosialisasikan objek wisata di Kepri harus massif dilakukan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kepri dan Riau memang identik karena 14 tahun yang lalu masih berada dalam satu wilayah. Karena itu, sosialisasi terhadap objek wisata Kepri harus gencar dilakukan,” paparnya.

Sejumlah warga di Pulau Jawa, menurut dia juga tidak mengenal Kepri. “Yang menyedihkan itu, mereka menganggap Kepri berada di wilayah administrasi Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Komisi II DPRD Kepri Ing Iskandarsyah mengatakan sejumlah warga di Jakarta dan Pulau Jawa, bahkan beberapa pejabat di Kementerian Dalam Negeri menganggap Tanjungpinang itu Pangkalpinang.

“Padahal Pangkalpinang itu berada di Bangka Belitung,” ucapnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.