HMI Serukan Generasi Muda Waspadai Komunisme Gaya Baru

by -257 views
by
Seminar KBB
Seminar KBB

Tanjungpinang, (MK) – Himpunan Mahasiswa Islam Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan menyerukan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda untuk mewaspadai komunisme gaya baru.

“Jangan sampai kita terpengaruh, mengikuti ajaran komunisme yang bertentangan dengan Pancasila,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Tanjungpinang dan kabupaten Bintan, Ardiansyah dalam seminar kebangsaan yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Tanjungpinang, Sabtu (18/6).

Dihadapan sekitar 130 mahasiswa, dia mengatakan komunisme tidak meyakini agama. Kini mereka terindikasi menyusup atau mendirikan organisasi lain yang memiliki pola pergerakan dan tujuan yang sama dengan para komunis. Dikhawatirkan pengikut komunisme yang baru direkrut itu tidak memahami sejarah pahit yang diukir komunis di Indonesia.

“Kami menduga ada mahasiswa di Tanjungpinang yang melakukan pergerakan seperti komunis. Saya tidak tahu apakah ini hanya gaya – gayaan atau benaran,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Kesbangpolinmas Kepri, Syafri Salisman yang juga narasumber dalam seminar bertema “Pancasila, Tantangan di Era Globalisasi” mengatakan, negara ini menjadi tempat yang leluasa bagi orang – orang yang ingin menggeser ideologi Pancasila.

“Berbeda kondisi di era Orde Baru, yang dipimpin Presiden Suharto. Saat Orde Baru tidak ada yang berani mengaku komunis, dan menggunakan symbol – symbol komunis, seperti gambar palu arit,” ucapnya.

Sekarang, kata dia, kondisinya berlawanan, masih ada dijumpai orang – orang menggunakan symbol – symbol palu arit. Hari ini di Batam ditemukan gambar tempel palu arit di tiang listrik.

“Siapa yang bertanggungjawab terhadap permasalahan ini? Mengapa kondisi sekarang begitu berani paham – paham yang bertentangan dengan Pancasila bermunculan,” ujarnya.

Syafri mengatakan aparat di negeri ini terlalu banyak menguras energi untuk mengurus permasalahan itu. Pemerintah terlalu sibuk mengurus berbagai permasalahan dalam negeri, yang seharusnya dapat diatasi dengan cepat, dan diantisipasi sejak dini.

Sementara pihak asing terus menggerogoti kekayaan Indonesia. Asing berupaya menguasai Indonesia, karena memiliki cadangan energi, sumber daya alam yang besar.

“Negeri ini harus diurus secara tegas, terencana dan sistematis untuk menghindari berbagai permasalahan yang dapat merugikan anak bangsa,” katanya.

Narasumber lainnya, Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Alfiandri mengatakan, perkembangan zaman mendorong arus globalisasi yang kuat tidak dapat dicegah.

“Tetapi Pancasila tetap kokoh, dan harus tetap kokoh, sebagai benteng generasi muda. Pancasila merupakan ideologi bangsa yang sudah terbukti layak diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari,” ucapnya.

Dia mengatakan upaya kelompok tertentu untuk “menggoyang” Pancasila sudah terjadi sejak dahulu, tetapi ideologi ini tetap kokoh.

“Kita harus memelihara dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari,” ujarnya.

Sementara, Kepala Seksi Teritorial Korem 033/ Wira Pratama Letkol Inf Luhut Marpaung dalam seminar itu mengatakan, ancaman terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia kini tidak hanya komunisme dan radikalisme, melainkan permasalahan moral para generasi muda dan narkotika.

“Salah satu upaya untuk mengantisipasi permasalahan itu, Pancasila perlu disosialisasikan kepada pelajar dan mahasiswa. Seminar kebangsaan seperti yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa ini perlu dilakukan, agar pelajar dan mahasiswa memahami Pancasila dan dapat menjauhkan diri dari kegiatan – kegiatan negatif,” katanya. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.