Tanjungpinang, (MetroKepri) – Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan orasi aksi unjukrasa (Unras) menuntut kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla, di sekitaran lapangan Pamedan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (24/9/2018).
Kohati HMI Tanjungpinang melalui koordinatornya, Anggi Sapitri yang juga mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang ini mengutarakan pendapat dalam aksi unras tersebut.
Dalam orasinya, Anggi mengutarakan pendapat mengenai tuntutan HMI seluruh Indonesia kepada pemerintah Indonesia yang dinilai mengalami kemunduran dalam beberapa waktu terakhir ini.
“Dalam hal ini pemerintahan Jokowi – JK dinilai gagal dalam mewujudkan stabilitas ekonomi negara. Apalagi setelah melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar hingga mencapai Rp15.000 per dolar,” serunya.
Anggi juga menyerukan, meminta pemerintahan Jokowi – JK mengevaluasi kembali kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat dan sedini mungkin menstabilkan kondisi perekonomian negara Indonesia.
Dikesempatan itu juga, HMI meminta kepada Mahkamah Agung untuk meninjau kembali terkait PKPU No 20 Tahun 2018 terkait pencalonan anggota DPR, DPRD, dan DPD di Pemilu 2019.
“Keputusan mengarahkan, hari ini pemerintah memihak kepada para calon mantan narapidana kasus korupsi yang bebas mengikuti Pilkada. Artinya, tidak ada efek jera bagi mereka yang sudah terlibat kasus korupsi, ini malah memihak pada koruptor,” ujar Korlap Unras HMI Tanjungpinang, Febru.
Selain itu, Korlap HMI itu juga mengutuk tegas cara aparat Kepolisian menggunakan kekerasan dalam menangani demonstrasi yang dilakukan oleh HMI Cabang Bengkulu yang dilakukan aparat kepolisian diluar batas prosedur yang semestinya.
“Kami meminta Mabes Polri mengusut tuntas aksi kekerasan aparat kepolisian dalam mengamankan aksi Unras HMI di depan Kantor DPRD Bengkulu, sehingga seorang Kader HMI mengalami luka berat dan harus dioperasi,” ucapnya.
Sementara itu, aksi unjukrasa HMI Tanjungpinang tersebut berjalan dengan tertib, tanpa ada arogansi dibeberapa pihak dan dikawal aparat Kepolisian Polres Tanjungpinang. (Novendra)
