Tanjungpinang, (MK) – Seorang pedagang di simpang Jalan Pemuda, Indra tidak terlalu berharap mendapat bantuan pinjaman modal usaha kecil menengah (UKM) dari pemerintah.
Pedagang yang setiap harinya menjual nasi goreng, mie goreng, mie rebus ini juga sudah 11 tahun menjalani usahanya di simpang Jalan Pemuda tersebut. Dia mulai merintis usahanya ini sejak tahun 2005 silam dan sampai sekarang.
Meski pembeli dagangannya masih tergolong sepi hingga saat ini, Indra selalu bersabar dalam menjalani uisahanya setiap hari.
“Dulu, saya pertama kali menggunakan modal dari keluarga istri saya. Dulu masih sepi disini,” ucap Indra kepada MetroKepri.co.id, Selasa (5/4).
Meski penghasilan yang tidak menentu setiap harinya, Indra harus tetap menjalani usahanya.
“Ya penghasilan saya pas – pasan lah bang, biasanya Rp 600 ribu per hari. Untuk bulan kemarin, penghasilan saya turun sampai Rp 300 ribu. Itu dikarenakan hujan dan kondisi cuaca yang kurang baik,” katanya.
Dengan penghasilan segitu, Indra juga memiliki banyak tanggunggan.
“Disini kami sewa Rp200 ribu per bulan. Lampu saya harus bayar sendiri Rp150 ribu per bulan, dan TV kabel Rp60 ribu per bulan,” ujarnya.
Selain itu, usaha yang dijalaninya selama 11 tahun ini juga, Indra sudah membeli rumah kredit melalui bank.
“Ya saya sudah membeli rumah sejak dua tahun lalu. Angsuran per bulannya Rp530 ribu,” katanya.
Selain tanggungan rumah, Indra juga harus menanggung istri dan dua orang anaknya. Selama menjalani usaha tersebut, Indra mengaku belum pernah mendapatkan pinjaman modal UKM.
“Saya tidak terlalu berharap bantuan yang seperti itu. Saya hanya berusaha saja,” ucapnya. (RUDI)
