Tanjungpinang, (MK) – Jelang malam puncak Festival Bahari Kepri (FBK) yang jatuh pada 29 Oktober 2016, videotron yang terpasang tepat di Gedung Daerah Tanjungpinang, tidak menyala.
Padahal, tujuan dipasangnya videotron itu untuk memperkenal wisata dan budaya di Provinsi Kepulauan Riau.
“Seharusnya, menjelang puncak FBK videotron itu hidup, agar kami sebagai masyarakat awam tahu tentang acara yang saat ini diselenggarakan,” ujar salah satu warga Tanjungpinang yang enggan namanya disebutkan, Jumat (28/10).
Sementara, saat ini sedang berlangsung rangkaian kegiatan jelang malam puncak FBK, salah satunya kegiatan Fasion Carnaval pakaian dan budaya Melayu.
Terkait hal itu, Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Devi mengatakan, arus listrik tidak mencukupi untuk menghidupkan videotron tersebut.
“Penggunaan arus listrik tidak cukup, jadi kita gunakan ganset. Jadi listrik dari PLN di cut (potong) dulu,” ujar Devi.
Dia juga dinilai tidak mengambil pusing terkait matinya videotron tersebut. Padahal dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) – nya, videotron itu harus hidup setiap hari yang dimulai dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.
“Masyarakat lebih senang lihat langsung dari pada lewat videotron,” katanya.
Anehnya, setelah dikonfirmasi awak media, videotron tersebut kembali menyala.
Akan hal itu, Devi mengaku lupa berkoordinasi dengan bawahannya mengenai videotron tersebut.
“Saya lupa koordinasi dengan bawahan saya. Makasih ya sudah mengingatkan saya,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)
