
Batam, (MK) – Aksi unjukrasa yang dilakukan oleh puluhan Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah yang menuntut pembenahan dan pembayaran dana insetif pada Senin (14/8/2017) sudah membuahkan kesepakatan sementara.
Akan tetapi, kalau dalam beberapa hari belum ada kejelasannya, para dokter akan kembali melakukan aksi susulan.
“Kesepakatan sementara, yang mau buka Poli silahkan dan yang mau tutup silahkan,” papar salah seorang dokter RSUD Embung Fatimah, Peri kepada MetroKepri.com melalui aplikasi WhatsApp selulernya, Selasa (15/8/2017).
Yang jelas, kata dia, aksi kemarin itu hanyalah “sign” awal dari aksi yang akan lebih lama, lebih besar, kalau saja tuntutan pembenahan RSUD, pemberian jasa medis yang tertunggak setahun diberikan.
“Kami juga menyambut itikad baik Wawako Batam, Dinkes dan Kemenkes yang merespon aksi kemarin,” ujar Peri.
Dia mengemukakan, untuk saat ini sebagian poli masih tutup.
“Tapi kalau dalam beberapa hari kedepan tak ada kejelasan kapan itu dibayarkan dan pembenahan RSUD tak juga dilakukan, akan dilakukan aksi susulan,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, belum menerima dana insentif selama 10 bulan, puluhan dokter melakukan aksi unjukrasa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Batam, Senin (14/8/2017).
Dana insentif yang belum dibayar tersebut terhitung sejak Oktober 2016 hingga saat ini. Kabar pencairan dana insentif itu juga, sampai sekarang belum ada kepastiannya dari Pemerintah Kota Batam. Akan hal itu, puluhan dokter RSUD Embung Fatimah menuntut hak mereka.
Selain itu, informasi yang dihimpun dari salah seorang dokter RSUD tersebut, tak hanya gaji para dokter saja yang mengalami tunggakkan, gaji karyawan yang masih honorer juga belum disalurkan.
Humas RSUD Embung Fatimah Ellin menyampaikan unjukrasa yang dilakukan para dokter tersebut lantaran gaji insentif mereka belum cair sejak dari Oktober 2016 sampai sekarang. (JIHAN)
