Tanjungpinang, (MK) – Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Provinsi Kepri, Isdianto membantah kabar terkait dana bagi hasil (DBH) didepositokan di bank.
“Dia tau dari mana itu. Dana itu ada di BKKAD, bagaimana mau di depositokan. Jangan sembarang bicara yang bilang itu,” papar Isdianto kepada MetroKepri.com usai mengahadiri upacara di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (17/8).
Dia mengemukakan, tugas dirinya hanya mencari bukan mengluarkan dana tersebut.
“Tambah lagi, sekarang semua serba online, masyarakat membayar melalui bank. Apa saya bisa cairkan, tidak bisa. Saya bisa cairkan itu hanya dana kegiatan saya saja, kegiatan saya itu pun dibahas bersama komisi II,” ucapnya.
Keterlambatan bayar, menurut dia, hanya dikarenakan defisit dari pusat saja yang berimbas ke daerah.
“Dana kita berada di pusat, sekarang sudah ada pencairan tetapi bertahap bentuknya. Kita dapat dari pusat saja bertahap,” ujar Isdianto.
Dia mengutarakan, dana yang itu dirasionalisasikan atau dipangkas sekitar 30 atau 40 persen untuk tahun 2016.
“Karena apa, supaya kita bisa menutup dana tunda salur sehingga di tahun 2017 kita tidak ada hutang lagi,” katanya. (RUDI PRASTIO)
